Perjalanan Kematian Bag.35
Selamat dari siksa kubur.
Orang yang selamat dari siksa kubur adalah orang selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian. Yang dimaksud persiapan di sini adalah seperti bertaubat, memenuhi hak-hak adami, memperbanyak dzikir, memperbanyak amal shalih. Memperbaiki keimanan, shalat, puasa, zakat, haji, jihad, berbakti kepada kedua orang tua, silaturahim, dan lain sebagainya.

Dengan berbagai amal shalih di atas maka akan Allah jadikan ringan segala rintangan dan Allah juga akan memberikan jalan keluar setiap kali ada masalah.
Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda bahwa sesungguhnya amal shalih itu mampu menjaga seseorang di dalam kuburnya.
Ibnu Taimiyah berkata, “Dalam hadits yang masyhur, yakni hadits Muhammad bin Amru, dari Abi Salamah, dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda, “Sesungguhnya mayit itu mendengar suara ayunan langkah sandal yang dipakai para pengantar dirinya (jenazah) ketika mereka meninggalkan pekuburannya.
Maka apabila si mayit (adalah) seorang mukmin maka (amal) shalat berada di atas kepalanya, (amal) puasa berada di samping kanannya, zakat berada di samping kirinya, sedangkan amal-amal shalih berupa sadakah, silaturahim, amar ma’ruf nahi munkar dan berbuat baik kepada manusia maka dia akan berada di kedua kakinya.
Jika ruhnya si mayit akan didatangi dari arah kepalanya maka shalat akan berkata, “Tidak ada jalan masuk dari arahku”. Kemudian ketika didatangi dari arah kanan, maka (amal) zakat akan berkata, “Tidak ada jalan masuk dari arahku”. Lalu ketika hendak didatangi dari arah kedua kakinya, maka amal-amal shalih berupa sadakah, silaturahim, amar nahi munkar, ihsan kepada manusia akan berkata, “Tidak ada jalan masuk dari arahku”.
Kemudian dikatakan kepadanya (ruhnya si mayit), “Duduklah”. Maka dia (ruhnya si mayit)pun duduk dan matahari seperti telah terbenam. Lalu malaikat bertanya kepadanya, “Bagaimana pendapatmu tentang laki-laki ini, yang dahulu diutus kepada kalian (maksudnya adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam)?”.
Kemudian si mayit menjawab, “Dia mendakwahiku hingga akupun shalat”.
Lalu para malaikat menyahut, “Baik, tentu engkau shalat. Tetapi beritahu kami terlebih dahulu tentang orang yang kami tanya kepadamu”.
Si Mayit lalu berkata, “Aku bersaksi bahwa dia adalah utusan Allah. Beliau datang membawa kebenaran dari sisi Allah.
Kemudian malaikat berkata kepada si mayit, “Atas dasar itulah engkau dihidupkan dan atas dasar itu pula engkau dimatikan dan di atas dasar itu juga engkau akan dibangkitkan, insya Allah”.
Lalu dibukakanlah baginya pintu dari pintu-pintu surga. Kemudian dikatakan kepada si mayit, “Itulah tempatmu kelak. Allah telah menyiapkan (ini) untukmu”. Maka ditambahkanlah kegembiraan dan kesenangan bagi si mayit.
Lalu dibukakanlah pintu dari pintu-pintu neraka. Maka dikatakanlah kepada si mayit, “Itulah tempatmu kelak. Allah telah mempersiapkannya untukmu jika engkau bermaksiat kepada Allah”.
Kemudian dilapangkanlah kuburan baginya hingga seluas mata memandang, kuburnya juga menjadi terang bercahaya. Kemudian jasadnya dikembalikan seperti semula sementara ruhnya dijadikan hembusan angin yang tergantung di pohon-pohon surga”. Hadits masyhur dari Muhammad bin Amru dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Perjalanan Kematian Bag.36
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

