Perjalanan Kematian Bag.14

Perjalanan Kematian Bag.14

Kegembiraan orang-orang mukmin saat bertemu Robbnya.

Ada perbedaan perasaan antara orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir dan para pelaku maksiat ketika mereka menghadapi sakaratul maut. Yang satu (mukmin) sangat gembira. Hal itu disebabkan para malaikat di atas kepalanya yang telah memberi kabar tentang (dirinya kelak) akan bertemu dengan Robbnya.

Kegembiraan orang-orang mukmin saat bertemu Robbnya.

Sedangkan orang-orang kafir dan para pelaku maksiat justru telah mendapatkan kabar tentang kemurkaan Allah Ta’ala ketika kelak sudah masuk dunia lain (alam akhirat). Bahkan ketika mendengar kabar itu saja mereka sudah dibuat hatinya merasa sempit, gundah, ketakutan dan sebagainya. Sehingga ketika ruh/nyawa secara pelan berpisah, maka keluarlah butiran-butiran keringat yang sangat banyak lagi besar-besar.

Kenapa demikian?

Sebab yang bisa bertemu (berjumpa) dengan Allah Ta’ala adalah mereka yang masuk surgaNya. Selain itu tidak ada yang bisa bertemu (berjumpa) dengan Allah Ta’ala. Maka itulah kenikmatan yang paling besar. Sebab selama di dunia mereka selalu menyembah Allah dan saat itulah (ketika di surga) mereka benar-benar baru bisa melihat wajah Allah Ta’ala.

Dalam sebuah hadits disebutkan ketika para penghuni surga tanya tentang kenikmatan yang sudah mereka dapatkan. Lalu ditanya; apakah mereka ada keluhan ataupun permintaan atau kemauan yang belum terpenuhi?

Lalu mereka menjawab bahwa mereka semua telah merasakan segala kenikmatan yang sangat luar biasa.
Kemudian Allah mengatakan bahwa mulai hari ini Allah telah ridlo terhadap mereka lalu Allah memperlihatkan wajahNya kepada mereka.

Subhanallah. Sungguh kenikmatan yang luar biasa!

Hal itu sangat berbeda dengan akan dialami oleh orang-orang kafir. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Anas bin Malik dari Ubadah bin Shamit radliyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa yang berkeinganan (suka) bertemu dengan Allah maka Allahpun akan suka bertemu dengannya. Dan barangsiapa yang tidak suka bertemu dengan Allah maka Allah pun akan enggan bertemu dengannya”.

Kemudian ‘Aisyah atau salah seorang dari istrinya berkata, “Saya sangat takut dengan kematian”.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab, “Bukan seperti itu maksudnya. Tetapi (yang dimaksud adalah) seorang mukmin apabila sudah mendekati ajal (kematian)nya (lalu) dia dikabarkan tentang keridlaan Allah dan kemuliaan-kemuliaannya. Maka tidak ada sesuatupun yang dicintainya kecuali (dia) akan berharap segera (menuju kematian). Yakni dia cinta untuk bertemu dengan Allah, maka Allahpun sangat berharap segera bertemu dengannya. Sedangkan orang-orang kafir apabila dia sudah mendekati ajalnya maka dia akan dikabarkan tentang dahsyatnya adzab Allah yang akan diterimanya serta akibat dari adzab itu sendiri. Maka tidak ada sesuatu yang sangat dia benci dengan kematian itu sendiri. Dia (juga) tidak mau bertemu dengan Allah maka Allahpun juga enggan bertemu dengannya”. Diriwayatkan imam Bukhari dalam kitab RAQAAQ bab; man ahabba liqaa Allah ahabba Allahu liqaa-ahu. Lihat Fathul Baari juz 11 hal 357.

Maka selayaknya kita tetap pertahankan keimanan kita agar kelak termasuk orang yang sangat berharap bertemu dengan Allah.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Lanjutan: Perjalanan Kematian Bag.15

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button