Pengertian Sabar Bag.3
3. Ujian Terhadap Kematian dan Harta.
Sabar untuk yang ini adalah suatu perbuatan/amal yang diutamakan. Kalau meminjam istilah dari syaikh Ibnul Qayyim; sabar idhdiradi (sabar yang tidak ada pilihan).
Maksudnya; dia mau sabar atau tidak ya tetap saja dia mengalami suatu musibah. Sebagai contoh, ketika mendengar/mengetahui orang tua yang meninggal.

Nah jika dia sabar maka itu lebih baik, sebab sudah dianjurkan Rasulullah. Namun bila tidak sabar ua tetap saja orang tuanya tetapa meninggal.
Atau mungkin ketika seseorang atau kekuarganya mengalami musibah. Maka seandainya dia tidak menerima (tidak sabar) ya tetap saja musibah itu tetap berlaku dan menimpa pada dirinya atau keluarganya. Tetapi seandainya dia bersabar maka itu lebih diutamakan.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu.
Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati.
Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. Qs. Ali Imran 185-186.
Terlebih apabila melihat pada surat Al Baqarah 155. Justru di sana Allah memberikan berita gembira bagi orang-orang yang sabar ketika menerima musibah.
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Pada ayat berikutnya Allah malah memuji orang-orang yang sabar dengan firmanNya; (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”. Al Baqarah 156.
Bahkan jikalau orang-orang yang mendapatkan musibah itu bersabar dan tegar dengan menerimanya sebuah cobaan. Maka dia akan mendapatkan bonus sekaligus; mendapatkan barakah yang sempurna, mendapat rahmat dan mendapat petunjuk dari Allah Ta’ala.
أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Al Baqarah 157.
Nah, ternyata bersabar karena musibah saja mampu mengangkat derajat diri seorang muslim. Lalu nikmat mana lagi yang mau didustakan?
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim

