Pendidikan Para Sahabat

Setelah mengetahui sedikit tentang para sahabat, tentu kita akan bertanya-tanya. Seperti apakah cara Rasulullah mendidik mereka sehingga mendapat gelar radliyallahu ‘anhum?

Setidaknya ada beberapa yang bisa diintip dari cara Rasulullah mendidik para sahabatnya hingga mereka benar-benar lulus dengan nilai cumlaoude. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Pendidikan yang simpel.

pendidikan para sahabat nabi

Yang dimaksud simpel di sini adalah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mendidik para sahabatnya hanya dengan dua metode saja; Al Qur’an dan As Sunnah.

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ.

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Qs. Ali Imran 164.

Kata Al Kitab pada ayat di atas yang dimaksud adalah Al Qur’an sedangkan Al Hikmah adalah As Sunnah.

Inilah pendidikan Rasulullah yang diterapkan kepada para sahabatnya. Amat sangat simpel. Beliau tidak mau memasukkan metode lain selain dari keduanya.

Walaupun hal itu dianggap banyak manusia suatu metode mutakhir. Tetap saja beliau tidak bergeming. Beliau tetap keukeuh dengan dua metode itu saja, tidak lebih.

Pernah suatu ketika Rasulullah marah melihat shahifah Taurat di tangan Umar bin Khaththab. Beliau bersabda,

“Demi Allah, seandainya nabi Musa sekarang hidup ditengah-tengah kalian maka tidak halal kalian mengikuti ajarannya melainkan kalian dan nabi Musa mengikuti ajaraanku”. Diriwayatkan Imam Ahmad.

Pada riwayat lain disebutkan, “Demi jiwa Muhammad dalam genggamanNya, seandainya nabi Musa berada ditengah-tengah kalian kemudian kalian mengikuti ajaannya, maka kalian akan sesat”.

Penggalan hadits yang diriwayatkan imam Ahmad dalam Al Musnad, sebagaimana dinukil dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir.

Nah, masihkah mau membuat kombinasi dalam pendidikan?

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet
Call Now Button