Masyarakat Rusak Karena 3 Hal

Masyarakat Rusak Karena 3 Hal

Tentunya semua orang tidak ingin masyarakat di sekitar kita rusak. Sebab apabila rusak maka bisa jadi kita pun ikut rusak. Karena bagaimanapun kita juga termasuk dalam lingkaran masyarakat itu sendiri.

Oleh karenanya agar masyarakat kita tidak rusak alangkah baiknya bila mau menelaah firman Allah di bawah ini.

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلا تَنَابَزُوا بِالألْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ.

Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. Qs. Al Hujuraat 11.

masyarakat rusak karena 3 hal

Surat Al Hujuraat ini memang secara khusus hanya membahas berkaitan dengan etika, adab dan kemasayarakatan. Salah satunya adalah ayat di atas.

Ya, rusaknya masyarakat itu disebabkan karena tiga hal;

a. سُحْـرِيَّةٌ (suhriyyah/mengolok-olok).

b. لَـمْزٌ (lamzun/mencela)

c. تَنـَابَـزُوْا بِالْأَلْـقَـابِ (tanaabazu bil Alqaab/panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk).

Mengolok-olok

Mungkin bila sesekali ada orang yang diolok-olok, dia akan sabar. Tetapi apabila sifatnya sudah menjadi berkesinambungan secara terus menerus tentu orang yang diolok-olok itu marah.

Walau kemarahannya berbeda-beda antara satu orang dengan orang yang lain. Ada yang langsung marah besar tapi ada juga yang mungkin sekedar senyum-senyum saja ketika diolokolok. Tetapi siapa yang bisa menebak bila ternyata senyumnya itu sebenarnya hatinya telah terluka?

Dan sudah berapa banyak suatu hubungan itu renggang hanya disebabkan ada yang diolok-olok? Atau seandainya olok-oloknya itu dikembalikan kepada orang yang mengolok-olok. Apakah orang yang mengolok-olok itu rela dengan senang hati jika dirinya diolok-olok?

Terkadang juga sering mendengar berita di televisi tentang adanya perkelahian massal antar sekolah atau antar kampung. Nah setelah ditelusuri ternyata ya ada yang berasal dari perkara sepele, mengolok-olok. Atau adanya orang yang mendiamkan orang lain hanya karena persoalan sepele; berawal dari mengolok-olok.

Ibnu Katsir berkata dalam tafsirnya, “yang dimaksud dengan suhriyyah kepada manusia adalah menghina dan mengolok-olok”.

Ibnu katsir mensitir dari sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, “Sombong itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia”. Diriwayatkan Muslim dari Abdullag bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Masyarakat Rusak Karena 3 Hal Bag.2

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor terlengkap. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button