Kisah Ashabul Uhdud Bag.3

Kisah Ashabul Uhdud Bag.3

Sengaja raja menunda eksekusi Ghulam dan bahwa Ghulampun sengaja diberitahu tentang kedua orang yang menjadi guru spiritual dan mantan pasiennya yang kemudian beriman kepada Allah. Hal itu diharapkan agar hati Ghulam terasa gentar dan –tentunya- akan kembali kepada nenek moyangnya. Sebab Ghulam memang sedang digadang-gadang untuk menjadi penerus tukang dukun di istana kerajaan.

Dan ternyata benar. Setelah rahib dan tangan kanannya raja sudah dieksekusi mati dan diketahui oleh Ghulam. Maka giliran Ghulam yang dikasih penawaran untuk kembali kepada agama nenek moyangnya.

Kisah Ashabul Uhdud

Walau Ghulam mengetahui kedua orang yang seagamanya meninggal dengan cara tragis namun tidak menyurutkan hatinya untuk tetap istiqamah dalam agama Ilahi.

Sebenarnya sang raja gusar dengan penolakannya Ghulam yang enggan kembali kepada agama nenek moyangnya. Sebab dari satu sisi sang raja menginginkan Ghulam untuk menjadi generasi penerus perdukunan di kerajaannya. Tetapi di sisi yang lain Ghulam sendiri tidak mau kembali kepada agama nenek moyangnya.

Maka sang rajapun memerintahkan para prajuritnya untuk membawa Ghulam ke atas gunung. Jika sampai di atas gunung maka para prajurit diperintahkan untuk memberi penawaran kepada Ghulam agar mau kembali kepada agama nenek moyangnya. Namun bila menolak maka para prajuritnya diperintahkan agar menjatuhkan Ghulam dari atas gunung.

Sesampainya di atas gunung, sebelum para prajuritnya memberikan penawaran dari sang raja, Ghulam berdoa:

اللَّهُـمَّ اكْفِنِـيْـهِمْ بِـمَا شِئتَ.

Ya Allah, cukupkanlah aku dari kejahatan mereka dengan cara yang sesuai dengan yang Engkau kehendaki.

Kemudian tiba-tiba gunung itu berguncang lalu membuat seluruh prajurit kerajaan itu terjatuh dari gunung dan semuanya mati. Sedangkan Ghulam sendiri selamat dari guncangan gunung itu.

Karena selamat maka Ghulampun kembali menghadap raja.

Sang raja sangat kaget ketika melihat Ghulam datang sendirian tanpa satupun prajurit bersamanya. Lalu bertanya kepadanya, “Apa yang dilakukan para prajurit itu kepadamu?”.

Ghulam menjawab, “Allah telah melindungiku dari kejahatan mereka”.

Kemudian Ghulam kembali ditangkap oleh prajurit kerajaan. Dan prajurit kerajaanpun diperintahkan untuk membawanya ke tengah lautan. Setelah sampai di tengah lautan para prajurit diperintahkan agar memberi penawaran kepada Ghulam supaya kembali kepada ajaran nenek moyangnya. Tetapi bila menolak maka terpaksa diperntahkan agar dibuang ke laut.

Sesampainya di tengah lautan Ghulam kembali berdoa;

اللَّهُـمَّ اكْفِنِـيْـهِمْ بِـمَا شِئتَ.

Ya Allah, cukupkanlah aku dari kejahatan mereka dengan cara yang sesuai dengan yang Engkau kehendaki.

Begitu selesai berdoa tiba-tiba saja angin di tengah laut menjadi kencang. Membuat gelombang lautnya menjadi besar. Dan tidak lama kemudian semua prajuritnya tercebur ke dalam laut dan mati. Sedangkan Ghulam sendiri selamat dari bencana itu.

Karena selamat maka Ghulam pun kembali ke kerajaan. Hal itu membuat sang raja terkejut. Lalu sang raja bertanya, , “Apa yang dilakukan para prajurit itu kepadamu?”.

“Allah telah melindungiku dari kejahatan mereka”, jawab Ghulam enteng.

Kemudian Ghulam menerangkan sesuatu kepada raja, katanya, “Sesungguhnya engkau tidak akan pernah membunuhku kecuali engkau mau mengikuti apa-apa yang aku ajarkan kepadamu. Jika engkau mau mengikuti apa yang aku perintahkan maka engkau akan sanggup membunuhku. Tetapi apabila engkau tidak mau mengikuti saran-saranku maka selamanya engkau tidak akn pernah bisa membunuhku”.

Dengan lugunya sang rajapun langsung bertanya, “Sarannya apa?”.

Dengan lugunya sang rajapun langsung bertanya, “Sarannya apa?”.
Dengan tegas Ghulam berkata, “Engkau kumpulkan seluruh rakyat di tanah lapang. Lalu engkau ikat aku dan engkau sandarkan aku pada sebuah salib. Kemudian engkau ambil anak panah dari sarungku. Engkau arahkan anak panah itu ke arahku lalu berkatalah sekeras-kerasnya dengan ucapan,

بِـسْمِ اللهِ رَبِّ غُـلَامٍ

Bismillah (dengan menyebut nama) Tuhannya Ghulam.

Bila engkau mau mengikuti arahanku ini engkau pasti bisa membunuhku”.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Kisah Ashabul Uhdud Bag.4

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button