Kisah Ashabul Uhdud Bag.4
Sang raja segera mengumpulkan seluruh rakyat di tanah lapang. Sementara Ghulam posisi tubuhnya sudah diikat lalu diletakkan di salib.
Setelah mengambil jarak antara, sang raja mengambil anak panah dari tempat busurnya Ghulam. Kemudian anak panah itu diletakkan di busurnya.
Dengan mengambil ancang-ancang, sang raja menarik anak panah itu dari busurnya.

Setelah dirasa tepat dengan titik sasaran, sang raja dengan berteriak lantang mengucapkan;
بِاسْـمِ اللهِ رَبِّ غُـلَامٍ.
Atas nama Allah, Tuhannya Ghulam.
Teriakan dan pelepasan anak panah itu benar-benar bersamaan. Dan, anak panah itu mengenai tubuh Ghulam dan Ghulam langsung meninggal.
Begitu mendengar teriakan sang raja dan pelepasan anak panahnya yang mengenai Ghulam dan membuat Ghulam meninggal. Maka seluruh manusia yang berkumpul di tanah lapang itu serentak mengucapkan;
آمَـنَّا بِرَبِّ غُـلَامٍ.
Kami beriman kepada Tuhannya Ghulam.
Sang rajapun semakin panik ketika mendengar teriakan rakyatnya semakin menggema di seantero di tanah lapang itu. Lalu penasehat rajapun mendekat seraya mengatakan kepada raja, “Sekarang sudah engkau lihat, bagaimana reaksi manusia (setelah engkau mengikuti saran Ghulam)? Mereka semua mengimani tuhannya Ghulam”.
Maka sang rajapun memerintahkan kepada prajuritnya agar membuat parit besar dan memberinya kayu bakar di dalam parit besar tersebut.
Setelah paritnya jadi dan semuanya telah terisi dengan kayu bakar. Sang rajapun membakarnya kayu bakar itu seraya mengatakan bahwa barangsiapa yang kembali kepada agama nenek moyangnya maka dia bisa kembali ke rumahnya masing-masing. Tetapi bagi tidak mau kembali kepada agama nenek moyangnya maka dia akan dimasukkan ke dalam parit yang telah menyala-nyala apinya.
Rasulullah bersabda bahwa saat itu manusia (lebih memilih) berbondong-bondong masuk ke dalam parit. Kemudian pada gilirannya ada seorang ibu yang masih menggendong bayinya yang masih balita.
Sang ibu itu tahu-tahu ragu untuk menceburkan dirinya ke dalam yang telah menyala-nyala apinya dan tentunya telah tercium bau daging terpanggang yang sangat menyengat.
Alangkah ajaibnya, bayi yang masih dalam susuan itu tahu-tahu bisa berbicara. Katanya, “Sabarlah wahai ibuku. Sungguh rngkau berada di jalan yang Haq”.
“Sabarlah wahai ibuku. Sungguh rngkau berada di jalan yang Haq”.
Akhirnya sang ibupun dengan menggendong bayinya menceburkan diri dan bayinya ke dalam parit yang menyala-nyala.
قُتِلَ أَصْحَابُ الأخْدُودِ. النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ. إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ. وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ. وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ. الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ.
Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit. yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.Qs. Al Buruuj 4-9.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
