Al Maghdhuub dan Adh Dhoolliin
Setiap muslim yang selalu menegakkan shalat sehari semalam maka setidaknya mereka akan membaca surat Al Fatihah minimal tujuh belas kali. Ya tujuh belas kali.kecuali apabila ada yang melakukan shalat-shalat sunah yang lainnya seperti qobliyah dan ba’diyah, shalat dhuha, shalat tahajjut dan shalat-shalat sunah lainnya.
Dan di dua ayat terakhir dari surat Al fatihah itu ada doa, اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ. (Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat). Qs. Al Fatihah 6-7.

Ternyata ada banyak di dunia ini. Dan setiap jalannya pasti menjanjikan kebaikan dan kedamaian. walaupun sejatinya semuanya hanya mengumbar janji tanpa bukti. Bahkan justru menyesatkan kepada setiap orang yang mengikuti jalannya.
Lalu kelompok mana saja yang selalu memberikan janji pada jalan keselamatan tetapi justru menyesatkan?
Ternyata ada dua yang Allah sebutkan di dalam Al Qur’an. Yakni kelompok yang Allah murkai dan kelompok yang sesat (jalannya).
Kelompok yang dimurkai (الْمَغْضُوبِ):
Para ulama sepakat bahwa kelompok ini adalah kelompok Yahudi
Kenapa kelompok Yahudi adalah kelompok yang dimurkai?, Setidaknya Allah telah menceritakan setidaknya dalam beberapa ayat dalam Al Qur’an.
Pertama; Al Baqarah 65
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ. فَجَعَلْنَاهَا نَكَالا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ.
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
Ya, dahulu orang-orang Yahudi diperintahkan setiap hari Sabtu agar beribadah saja. Mereka dilarang melakukan aktifitas keduniaan (kerja). Adapun kerja keduniaan mereka adalah melaut.
Maka merekapun benar-benar melakukan perintah Allah. Hingga setiap hari Sabtu perkampungan Yahudi itu benar-benar sepi dari aktifitas keduniaan
Namun suatu ketika Allah mengujinya dengan sedikitnya ikan yang didapatkan mereka. Dan itu berjalan agak beberapa hari. Hingga ada warganya yang tiba-tiba mengalami udzur syar’i yang membuatnya tidak bisa melakukan ibadah seperti lainnya.
Lalu warga yang mengalami udzur syar’i itu secara tidak sengaja melihat-lihat pantai. Dan di sana dia melihat betapa terkejutnya dia. Sebab yang dilihat ternyata banyak sekali ikan-ikan itu bermunculan.
Setelah warga ini sehat maka dia kembali melakukan aktifitas seperti biasanya. Dan ternyata yang didapatkan sama seperti yang lain, mendapatkan ikan yang sedikit.
Akhirnya dia bercerita kepada beberapa teman yang lain tentang hari Sabtu yang dia sedang udzur dan akhirnya melihat banyaknya ikan di lautan.
Maka mereka sepakat untuk melakukan siasat agar mereka tetap melakukan aktifitas ibadahnya di hari Sabtu tetapi secara diam-diam mereka menjalankan siasatnya. Tujuannya agar mereka tetap mendapatkan tangkapan ikan yang banyak walaupun mereka tidak meluat pada hari Sabtu.
Adapun siasat yang mereka lakukan adalah mereka membuat tambak-tambak di dekat pantai. Sehingga ketika malam hari, saat air laut pasang, ikan-ikan itu terikut air laut yang pasang. Tetapi keesokan harinya ketika air lautnya surut, ikan-ikan itu terjebak ke dalam tambak-tambak buatan mereka.
Walhasil ketika selesai ibadah merekapun tinggal memanen. Walaupun mereka tidak melaut pada hari Sabtu.
Nah ketika mereka pulang dengan membawa ikan-ikan hasil siasatnya itu mereka antara satu dengan lainnya melihat bahwa temannya berwajah seperti kera. Dan ternyata teman-temannya juga sama. Mereka menunjuk pada dirinya bahwa diri merekapun juga berwajah seperti kera.
Saat mereka pulang dan menghadap cermin, betapa kagetnya mereka, sebab ternyata wajah mereka benar-benar berubah seperti kera. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah 65-66 di atas.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Al Maghdhuub dan Adh Dhoolliin Bag.2
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
