Al Maghdhuub dan Adh Dhoolliin Bag.2

Al Maghdhuub dan Adh Dhoolliin Bag.2

Kedua: perintah menyembelih sapi.

Kejadian ini juga terjadi pada salah satu keluarga besar Yahudi. Ya, dahulu ada kehidupan di tengah-tengah orang Yahudi. Dan ada satu keluarga yang sangat bahagia. Hanya saja keluarga ini hanya Allah beri karunia berupa seorang anak saja. Padahal keluarga ini termasuk keluarga kaya raya.

Seperti kebiasaan pada umumnya, ketika dunia sudah merasuki hati maka sanak keluargapun tidak dipedulikan. Termasuk dalam hal ini, anak dari keluarga yang kaya raya ini.

perintah menyembelih sapi

Kelaurga dari orang yang kaya raya ini menyadari apabila kedua pasang suami istri itu meninggal. Sementara anaknya hanya satu, maka tentu harta warisannya akan jatuh ke anaknya yang semata wayng itu. Padahal sebelumnya (sebelum si anak lahir) seluruh keluarga pasutri itu berharap kelak harta warisannya akan jatuh ke tangan mereka.

Lalu ketika anaknya lahir maka pupuslah harapan mereka.

Namun ketika nafsu dunianya sudah menguasai dirinya maka ada saja dari keluarga pasang suani istri itu yang berupaya agar tetap bisa mendapatkan warisan tersebut.

Akhirnya merekapun menemukan cara agar tetap bisa mendapatkannya tetapi dengan syarat; menyingkirkan anak tersebut!

Maka rencanapun dirancang. Mulai dari cara melenyapkan si anak hingga nanti berpura-pura kehilangan si anak dan meminta bantuan nabi Musa ‘alaihi salam.

Dan benar, setelah rencana terlaksana –setelah membunuh si anak- merekapun dengan sandiwaranya menghadap nab i Musa ‘alaihi wa salam lalu meminta tolong kepada nabi Musa dan Tuhannya (Allah) untuk bisa mengungkap dalang dan para pelaku pelenyapan si anak tadi.

Tetapi ketika nabi Musa ‘alaihi salam memberitahukan tentang perintah Allah agar menyembelih sapi, merekapun takut akan ketahuan belangnya.

Lalu mereka menghadap kepada nabi Musa kembali agar beliau menanyakan kepada Allah lagi tentang kriteria sapi betina yang seperti apa.

Begitulah tabiat orang-orang Yahudi. Mereka bertanya itu bukan untuk bertanya agar mendapatkan ilmu melainkan mereka bertanya karena ingin mengelak dari tuduhan. Tetapi bukankah Allah Maha Tahu?

Karena mereka bertanya hanya untuk mengelak maka Allahpun menjawabnya dengan jawaban yang justru memberatkan mereka sendiri.

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ. قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لا فَارِضٌ وَلا بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَلِكَ فَافْعَلُوا مَا تُؤْمَرُونَ. قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا لَوْنُهَا قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ. قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ. قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لا ذَلُولٌ تُثِيرُ الأرْضَ وَلا تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لا شِيَةَ فِيهَا قَالُوا الآنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا يَفْعَلُونَ.

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina”. Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?” Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil”. Mereka menjawab: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu.” Musa menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu”. Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya”. Musa menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya.” Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).” Musa berkata: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.” Mereka berkata: “Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya”. Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu. Qs. Al Baqarah 67-71.

Jadi, mereka bertanya itu sebenarnya hanya untuk menghindar dari perbuatan buruk yang telah mereka kerjakan agar tidak diketahui. Tetapi kenyataannya justru Allah buka sekalian.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Lanjutan: Al Maghdhuub dan Adh Dhoolliin Bag.3

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button