Perjalanan Kematian Bag.23

Perjalanan Kematian Bag.23

Sempitnya dalam kubur.

ثُمَّ أَمَاتَهُ فَأَقْبَرَهُ.

Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur. Qs. ‘Abasa 21.

Ketika mayit sudah dimasukkan ke liang lahat maka liang itu hanya cukup untuk si mayit saja. Sebab memang lubang liang lahat itu digali sengaja untuk si mayit dengan ukuran lebar dan panjang si mayit.

Tetapi apakah terfikirkan oleh setiap manusia bahwa nanti ketika sudah dikuburkan, maka lubang yang sempit itu bisa berubah; entah ke arah jauh lebih sempit hingga mampu mematahkan dan bahkan tulang belulang bagi si mayit. Atau justru sebaliknya; lubang sempit itu akan berubah menjadi luas dan semakin lapang bagi si mayit.

Dalam prosesnya bahwa ketika pelayat yang terakhir melangkakan kakinya yang ke tujuh langkahnya meninggalkan pekuburan si mayit. Maka bangkitlah si mayit.

Perjalanan Kematian Bag.2

Tentu kebangkitannya sudah berbeda dengan dunianya yang lalu. Ini sudah berada pada alam kubur, yakni fase ketiga bagi si mayit. Adapun fase pertama dan kedua sudah dilaluinya; yaitu fase dalam kandungan kemudian fase hidup di (alam) dunia.

Nah, peristiwa pertama yang dialami si mayit setelah bangun adalah keterkejutan dirinya. Tidak lama kemudian datanglah makhluk yang dianggap asing baginya; makhluk berwarna hitam dan berwarna putih. Makhluk yang warba putih adalah amal baiknya si mayit sewaktu masih di dunia. Sedangkan makhluk berwarna hitam adalah amal keburukannya sewaktu di dunia.

Keduanya nanti yang akan menjadi saksi saat ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir.

Lalu datang lagi dua sosok makhluk yang asing juga bagi si mayit. Keduanya ini datang lalu (semacam) membrefing mengenai keimanan. Tetapi sebenarnya brefingnya sebenarnya justru akan menjerumuskan si mayit nantinya bila datang utusan Allah dari jenis malaikat Munkar dan Nakir.

Sebab dalam brefingnya kedua makhluk asing itu mereka berdua akan memberikan pengertian tentang ketuhanan, kerasulan, kitab dan sebagainya. Tetapi keduanya akan memberikan pengetahuan yang (sengaja) diselewengkan –sesat- tentang ketuhanan, kerasulan dan kitab itu. Seperti tuhannya adalah tuhan bapak, Isa adalah anak tuhan, agama yang terbaik adalah Yahudi atau Nasrani dan sebagainya.

Ketahuilah bahwa kedua pembrefing itu adalah setan la’natullah ‘alaihi. Begitu getolnya mereka dalam menyesatkan umat manusia. Hingga manusia yang sudah dalam lubang kubur yang sangat sempitpun mereka masih berusaha untuk menyesatkannya.

Dan, Alhamdulillah, setiap insan beriman akan mental dengan brefing yang diberikan oleh setan itu.

Lalu ketika Malaikat Munkar dan Nakir datang maka keduanya langsung pergi. Kemudian keduanya menanyakan tentang siapa Tuhannya, siapa nabinya, siapa panutannya, apa kitabnya dan sebagainya.

Suaranya sangat menggelegar sehingga membuat orang yang ditanya akan surut nyalinya bila tidak memiliki iman. Apalagi bila tidak bisa menjawabnya dengan benar pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya. Para malaikat itu tidak segan-segan untuk menyiksanya. Terlebih apabila semua pertanyaannya sama sekali tidak bisa dijawabnya sedikitpun. Maka segera saja tanah di sekitarnya langsung menghimpitnya hingga tulang belulangnya akan remuk redam. Dan akan terus menerus hingga hari Kiamat tiba.

Lalu, secara logika, apakah mereka masih sanggup untuk kembali ke alam dunia yang fana ini untuk menakut-nakuti manusia lainnya? Atau melakukan balas dendam kepada orang-orang yang dahulu pernah menyakitinya? Padahal penyiksaan itu sama sekali tidak pernah ada waktu jeda walau semenitpun.

Makanya yang mampu mereka lakukan hanyalah khayalan, seandainya dahulu mereka tidak diciptakan menjadi manusia. Mereka lebih rela seabdainya dahulu mereka diciptakan menjadi tanah saja.

إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا.

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”. Qs. An Nabaa’ 40.

Tetapi berbeda dengan mereka yang beriman. Orang-orang beriman –karena bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik dan benar- akan mendapatkan kenikmatan dalam kuburnya.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Lanjutan: Perjalanan Kematian Bag.24

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button