Prototype Seorang Pemimpin

Kisah Firaun

Dalam ilmu kepemimpinan biasanya sering disebutkan tentang ciri-ciri seorang pemimpin, karakternya serta orang-orang di sekitarnya.
Memang tidak salah ketika pelajaran kepemimpinan diterangkan tentang berbagai macam sistem kepemimpinan hingga contoh orang perorang dalam memimpin.

Berikut ini adakah contoh pemimpin yang pernah tampil di pentas dunia.

  1. Fir’aun.

Untuk nama yang satu ini sudah masyhur di kalangan kaum muslimin. Sebab banyak ayat yang menyebutkan tentang Fir’aun ini.
Dengan gaya kepemimpinan yang otoriter Fir’aun memimpin negeri Mesir. Walaupun dari satu sisi (dari hasil kepemimpinannya tentunya, pen.) Mesir memang menjadi negeri yang sangat maju. Terutama militer dan pertaniannya.

kisah firaun

Tetapi karena otoriternya pula Fir’aun terjatuh ke dalam kubangan kesombongan. Sampai-sampai Fir’aun berkata dengan congkaknya;

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الأعْلَى

Maka Fir’aun berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”. Qs. An Naazi’aat 24.

Sesungguhnya otoriter dan kesombongan adalah baju dan celana seragam yang saling melengkapi hingga serasi dalam penolakannya terhadap kebenaran.

Bukankah Fir’aun mengucapkan “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”, sebagai bukti penolakan terhadap dakwah yang disampaikan Musa? Yakni dia merasa terhina ketika ada rakyatnya yang meluruskannya ketika dia bengkok. Dan hal itu disampaikan dihadapan para pembesarnya bukan?

اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى. فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَى أَنْ تَزَكَّى. وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى. فَأَرَاهُ الآيَةَ الْكُبْرَى.

“Pergilah kamu kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)”. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?”. Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Qs. An Naazi’aat 17-20.

Ya, Fir’aun merasa dirinya terhina ketika ada rakyatnya menunjukkan kesalahannya lalu ingin meluruskannya. Makanya kemudian Fir’aun mengumpulkan para pembesarnya lalu membreefingnya.

فَكَذَّبَ وَعَصَى. ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى. فَحَشَرَ فَنَادَى.

Tetapi Fir’aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. Qs. An Naazi’aat 21-23.

Lalu setelah para pembesarnya berkumpul maka berkatalah Fir’aun dihadapan mereka agar besok-besoknya paara pembesarnya juga akan menyampaikannya kepada seluruh rakyat Mesir. Yakni فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الأعْلَى (Maka Fir’aun berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”). Qs. An Naazi’aat 24.

Dari sini bisa terlihat bahwa pemimpin yang otoriter maka akan memiliki potensi untuk menjadi sombong dan congkak. Lalu akan menolak kebenaran dan saran kritik dan para rakyatnya.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Lanjutan: Kerajaan Romawi

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button