Kisah Ashabul Uhdud
Kisah ini langsung Allah ceritakan di dalam surat Al Buruuj. Yaitu sebuah kisah nyata yang pernah terjadi di muka bumi ini sebelum Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam dilahirkan. Kemudian Ibnu Katsir cerita lebih detail dalam tafsirnya yang diambil dari hadits yang sangat panjang.
Dalam kisah itu disebutkan bahwa ada sebuah kerajaan yang dipimpin seorang raja (walaupun untuk negerinya berbeda pendapat. Sebagaimana Ibnu Katsir sebutkan; ada yang mengatakan kerajaan di Yaman, ada yng bilang di Habasyah dan ada lagi yang mengatakan pada bani Israil). Semantara itu sang raja sendiri memiliki seorang dukun yang sudah senja lagi renta.

Di usianya yang renta itu sang dukun menghadap sang raja dan mengatakan bahwa dirinya sudah renta. Lalu dia meminta sang raja agar mengirimkan seorang pemuda yang rencananya akan dididik menjadi dukun sebagai penerusnya.
Maka ditunjuklah seorang pemuda bernama Ghulam.
Setelah dipertemukan antara sang dukun dengan Ghulam maka ditentukanlah waktu belajar mengajarnya. Dan begitulah akhirnya sang Ghulam belajar secara intensif kepada sang dukun kerajaan.
Namun ternyata di antara rumah si Ghulam ke kerajaan itu ada seorang rahib yang masih memegang ajaran samawi.
Suatu saat Ghulam mampir ke rumah sang rahib dan mendengarkan petuah-petuah dari sang rahib. Dan ternyata Ghulam terpesona dan tertarik dengan petuah-petuah sang rahib. Hal itu membuat Ghulam lebih intensif mengunjungi sang rahib.
Wal hasil setiap kedatangan Ghulam ke kerajaan untuk belajar ke sang dukun selalu terlambat. Begitu juga selanjutnya; kepulangannya ke rumahpun juga ikut terlambat.
Akhirnya membuat sang dukun dan keluarga Ghulam yang di rumahpun dibuat tanda tanya. Kenapa kok akhir-akhir ini selalu saja terlambat (ke ddatangannya bagi sang dukun dan kepulangannya bagi keluarga)?
Lalu semua tanda tanya dari sang dukun dan keluarganya itu disampaikan kepada sang rahib. Dan sang rahibpun memberikan usulan agar keterlambatannya datang ke sang dukun agar mengatakan bahwa keluarganya memberinya banyak pekerjaan rumah. Sehingga membuat kepergiannya ke tempat sang dukun pun jadi tertunda.
Begitu sebaliknya, kepada keluarganya agar Ghulam membuat alasan keterlambatan pulangnya disebabkan banyaknya pelajaran yang semakin menumpuk. Hal itulah yang membuat kepulangannya selalu terlambat akhir-akhir ini.
Namun pada suatu hari yang cerah perjalanan Ghulam menuju ke tempat sang rahib terlambat karena adanya halangan di tengah jalan. Dan keterlambatannya kali ini bukan sekedar karena Ghulam bangun kesiangan. Melainkan adanya seekor binatang melata besar (raksasa) yang sedang berada di tengah-tengah jalanan. Hal itu membuat para pengguna jalanan tidak berani mengambil resiko untuk melewati jalan tersebut.
Walhasil kerumunan manusiapun makin menumpuk. Sebab binatang melata raksasa itu berada ditengah-tengah jalan utama.
Nah pada saat itulah justru hatinya Ghulam berubah menjadi galau. Ya, galau tentang ilmu yang didapatkan antara kedua guru yang saling bertentangan. Yang satu (rahib) mengajarkan tentang tauhid, sedangkan sang dukun mengajarkan tentang syirik.
Akhirnya dalam masa kritis tentang ilmu yang didapatkannya itu maka Ghulam mengujinya dengan cara Ghulam mengambil batu.
Sebelum batu itu dilemparkan, Ghulam berdoa, “Ya Allah, seandainya Engkau mencintai ilmunya rahib dan meridlainya daripada ilmunya sang dukun. Maka bunuhlah binatang melata raksasa itu melalui lemparan batu ini agar manusia bisa kembali melewati jalan ini”.
Lalu dilemparkanlah baru itu ke arah binatang melata raksasa itu lalu mengenai binatang melata raksasa tadi dan mati seketika.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
