Pengertian Sabar Bag.2

Pengertian Sabar Bag.2

2. Qs. Ali Imran 120. Sabar Dalam Ujian Hidup.

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan. Qs. Ali Imran 120.

pengertian sabar

Yang dimaksud dengan makna sabar dalam ayat ini adalah berkaitan dengan persoalan memberikan kepercayaan kepada seseorang. Sebab apabila salah dalam memberikan kepercayaan maka akan berakibat fatal.

Oleh karenanya ayat di bawah ini ternyata tidak bisa difahami secara benar keculai setelah melihat beberapa ayat sebelumnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ. هَا أَنْتُمْ أُولاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الأنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Qs. Ali Imran 118-119.

Mengenai ayat ke-118 ini Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah melarang orang mukmin memberikan kepercayaan kepada orang-orang munafik. Sebab sifat dan watak orang-orang munafik itu selalunya ingin membuat orang-orang mukmin itu celaka.

Hal itu bisa dilihat dari kisah menjelang perang Uhud. Yaitu saat berangkat dari Madinah, pasukan Rasulullah berjumlah sekitar 1000 orang. Namun di tengah perjalanan, orang-orang munafik ini membuat intrik-intrik di tengah pasukan. Hal itu 300 orang pasukan terpapar faham kemunafikan.

Dan karena terpapar itulah akhirnya ke-300 pasukan itu urung ikut berperang bersama Rasulullah ke medan jihad Uhud lalu pulang bersama pimpinan munafik, Abdullah bin Ubai bin Salul.

Kejadian itu kembali terulang pada saat perang Khandaq atau juga disebut perang Ahzab.

Ya, benar. Saat itu Madinah sedang dikepung oleh pasukan multinasional. Tetapi ternyata secara diam-diam kaum munafik justru menggunting dalam lipatan. Mereka bergabung bersama musyrikin Quraisy dan kabilah Yahudi yang memusuhi Rasulullah dan kaum muslimin.

Oleh karena itulah Allah memberikan keterangan kepada kaum muslimin dalam surat Ali Imran 120 agar selalu bersabar terhadap sikap kaum munafikun. Sebab hati mereka merasa resah ketika kaum muslimin mendapatkan kebahagiaan.

Dan sebaliknya, hati mereka merasa senang ketika kaum muslimin tertimpa malapetaka dan musibah. Na’udzubillah.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Pengertian Sabar Bag.3

leader banner alhidayat karpet
Call Now Button