Menyantuni Anak Yatim Bag.2

Menyantuni Anak Yatim Bag.2

3. Tetap Menjaga Hubungan Kekerabatan Mereka dengan Keluarga Besar Mereka.

Diharapkan bila para penyantun ini berasal dari keluarga besarnya maka hubungan kekeluargaan si yatim dengan keluarga besarnya akan tetap terjaga.

Karena pada prinsipnya bahwa Islam tidak ingin memutus hubungan tali silaturahim melainkan justru menyambung tali silaturahim yang terputus.

Dan dalam hal ini dengan meninggalnya orang tua si yatim itu menunjukkan bahwa si yatim terputus hubungan kekeluargaannya dengan keluarga besarnya.

menyantuni anak yatim

Maka sebenarnya menjadi tugas sangat berat bagi orang atau organisasi yang menampung anak-anak yatim lalu mereka urus dan sekolahkan (mungkin). Sebab sebenarnya yang paling urgen adalah tetap terhubungnya hubungan mereka dengan keluarga besar mereka.

Oleh karenanya, orang yang paling dekat untuk memelihara anak-anak yatim ini adalah mereka yang masih ada hubungan kekeluargaan dengan anak-anak yatim ini.

Memang pendidikan dan pembiayaan selama masa tumbuh kembangnya si yatim memang sangat dibutuhkan. Tetapi mengenal keluarga besar itu jauh lebih utama. Sebab mereka itulah keluarga nasab yang sebenarnya.

(Kembali lagi) maka benarlah yang Allah sampaikan dalam surat An Nisaa’ ; وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ

Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. QS:An Nisaa’ 6.

Jika dinalar untuk apa seorang yang tidak mampu harus menyantuni anak yatim? Hal itu tiada lain karena dari pihak keluarga dekat si yatimlah yang menyantuni mereka.

Hanya saja karena terkendala keuangan maka oleh Allah memperbolehkan menggunakan harta si yatim. Tetapi dengan syarat:

وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ

Dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. QS:An Nisaa’ 6.

Dan dari ayat di atas juga menjadi sebuah jawaban bahwa kenapa ada orang miskin yang menyantuni anak yatim? Sebab orang miskin itu masih ada hubungan keluarga yang sangat dekat. Jadi kelak dialah yang bisa menunjukkan keluarga besarnya.

Karena dari keluarga dekatlah si yatim kelak akan tetap mengetahui jalur keluarga dan nasabnya serta akan tetap mengetahui harta peninggalan orang tua mereka.

Tetapi apabila sang penyantunnya memiliki kemampuan secara finansial maka dilarang sama sekali menggunakan harta anak yatim.

وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ

Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. QS:An Nisaa’ 6.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Menyantuni Anak Yatim Bag.3

leader banner alhidayat karpet
Call Now Button