Bila di atas telah ditunjukkan contoh kasus yang terjadi pada diri pendahulu dari salafush shalih, yakni para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Maka berikut ini adalah contoh nyata dari salafush shalih dari generasi berikutnya.
Sebagaimana disebutkan dari Ahmad bin Abdurrahman bin Wahab; kami mendapatkan kabar dari paman saya, saya mendapatkan kabar dari Abdullah bin Iyasy, dari bapaknya bahwa Yazid bin Muhallib ketika diangkat sebagai gubernur Khurasan, di amembuat sebuah pernyataan, katanya, “Beritahukanlah kepadaku tentang seorang laki-laki yang memiliki kepribadian yang luhur lagi sempurna”.
Maka beliau dikenalkan kepada Abu Burdah Al Asy’ri.
Saat sang gubernur (Yazid bin Muhallib) menemui Abu Burdah Al Asy’ari, dia mendapatinya sebagai seorang laki-laki yang memiliki keistimewaan.
Ketika Abu Burdah berbicara, ternyata apa yang dia dengar dari ucapannya lebih baik dari apa yang dia lihat dari penampilannya.
Lantas sang gubernur berkata, “Aku akan menugaskanmu untuk urusan ini dan itu, yang termasuk dalam kekuasaanku”.

Abu Burdah langsung meminta maaf karena tidak bisa menerimanya. Namun sang gubernur tidak menerima alasannya Abu Burdah yang diutarakan.
Akhirnya Abu Burdah berkata, “Wahai gubernur, maukah engkau mendengarkan apa yang disampaikan oleh bapakku? Bahwa dia pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda?”
Sang gubernur berkata, “Sampaikanlah”.
Lalu Abu Burdah berkata, “Sesungguhnya bapakku (Abu Musa Al Asy’ari) telah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
مَنْ تَـوَلَّـى عَـمَلًا وَهُـوَ يَـعْـلَـمُ أَنَّـهُ لَيْـسَ لِـذَالِكَ الْعَـمَـلُ بِـأَهْـلٍ، فَـلْيَـتَـبَـوَّأُ مَقْـعَـدَهُ مِنَ النَّـارِ.
“Barangsiapa yang ditugaskan untuk memikul suatu pekerjaan yang dia tahu bahwa dirinya bukanlah orang yang ahli atau pantas dalam pekerjaan tersebut, maka bersiap-siaplah dia masuk ke dalam neraka”.
Abu Burdah menambahkan, “Aku bersaksi, wahai gubernur, bahwa aku bukanlah orang yang ahli atau pantas dalam urusan yang anda tawarkan”.
Inilah potret salafush shalih. Mereka sangat tidak tertarik dengan jabatan dan ketenaran. Kenapa?
Sebab mereka sadar betul bahwa jabatan itu bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan melainkan justru sesuatu yang kelak bisa menjerumuskan pada neraka Jahannam, bila memang tidak bisa mengembannya.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
