Zuhud Terhadap Ketenaran 3

Imam Adz Dzahabi bekata, kami mendapat kabar dari Ismail bin Abdurrahman Al Mu’addal, kami mendapatkan kabar dari dari Abdullah bin Ahmad Al Faqih, kami mendapatkan kabar dari Muhammad bin Abdul Baqi, kami mendapatkan kabar dari Abu Fadhal bin Khairun, kami mendapatkan kabar dari Ahmad bin Muhammad bin Ghalib yang dibacakannya kepada Abil Abbas bin Hamdan, diceritakan dari Muhammad bin Ayyub, kami mendapatkan kabar dari Abul Walid, kami mendapatkan kabar dari Syu’bah, dari Abi Ishaq, saya mendengar Shillah bin Zufar dari Hudzaifah bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِنَّـي أَبْـعَثُ إِلَيْـكُـمْ رَجُـلًا أَمِيْـنًـا.

“Sesungguhnya saya akan mengutus kepada kalian seorang lelaki yang jujur dan dapat dipercaya”. 

Lalu para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam melihat-lihat, ingin mengetahui siapa orang yang kelak akan diutus Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Maka diutuslah Abu Ubaidah bin Jarrah. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/11.

Pada riwayat yang lain disebutkan bahwa sebenarnya ada penduduk Najran mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan berkata, “Wahai Rasulullah! Kirimkanlah kepada kami orang yang jujur”.

Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab sebagaimana sabdanya di atas. 

abu ubaidah bin jarrah

Inilah sosok Abu Ubaidah bin Jarrah radliyallahu ‘anhu. Salah satu sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Meski beliau mendapatkan julukan Rasulullah sebagai  AMIINUL UMMAH (kepercayaan umat) namun bukan berarti beliau membusungkan dadanya. Merasa dirinya tenar lalu ingin dihormati. Setiap orang harus mencium tangannya, jika beliau lewat semua orang harus menundukkan kepalanya.

Tidak. Tidak seperti itu. Beliau justru diam-diam saja ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menjanjikan kepada penduduk Najran akan mengirimkan salah seorang sahabatnya yang dapat diandalkan, yakni amiinul ummah (kepercayaan umat).

Sebab beliau sadar bahwa ketenaran itu tidaklah menjamin seseorang masuk surga. Juga ketenaran itu bukanlah sebuah kemuliaan. Justru kemuliaan itu disebabkan ketaqwaan, bukan karena ketenaran.

Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang palling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yanng paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Qs. Al Hujuraat 13.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button