Zuhud Terhadap Ketenaran 10

Dari Yusuf bin Asbath, saya mendengar Sufyan berkata, “Aku tidak pernah melihat kezuhudan yang lebih sulit daripada kezuhudan terhadap kekuasaan. Kita bisa dapati orang zuhud dalam hal makanan, minuman, harta, dan pakaian. Namun kalau kita berikan kepadanya kekuasaan, dia akan mempertahankannya dan berani bermusuhan membelanya”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 7/262.

Ya, pernyataan sesuai dengan kondisi hari dan kondisi para salafush shalih terdahulu.

Bila kondisi terkini, hampir semua manusia berbondong-bondong berusaha memperebutkan kursi kekuasaan hingga dengan menggunakan berbagai macam cara. Mulai dari ‘menjadi orang shalih’ hingga umbar janji. 

Bagi orang yang tidak memahami agama mungkin hal itu sudah dianggap hal yang biasa dan lumrah. Tetapi hal itu terjadi pada orang-orang yang tahu agama. Nah inilah yang menjadi masalah. 

Sebab mereka dengan berani-beraninya menggunakan dalil dari Al Qur’an maupun Al Hadits untuk tujuan menggolkan dirinya agar kelak bisa berkuasa. Na’udzubillah!

nabi Yusuf

Bahkan dengan mendramatisir dengan mengambil contoh dari kisahnya nabi Yusuf ‘alaihi salam. Padahal siatuasinya sangat berbeda sekali dengan nabi Yusuf.

Ya, sangat berbeda sekali. Sebab pada zamannya nabi Yusuf, sang raja saat itu risau dengan jawaban dari nabi Yusuf berkaitan dengan mimpinya sang raja. yakni sang raja ingin mensejahterakan seluruh rakyatnya.

Nah dari situlah kemudian nabi Yusuf masuk. Ingin membantu sang raja dalam mensejahterakan rakyatnya. 

Coba perhatikan surat Yusuf ayat ke-47-49. Yusuf berkata, “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur”.

Nabi Yusuf memberikan saran atau masukan kepada kerajaan itu posisinya beliau masih dipenjara. Yakni ketika salah satu dari temannya sepenjara dahulunya yang sudah keluar kemudian menjadi orang yang shalih. Dan saat itu kerajaannya juga dipimpin oleh orang yang shalih pula.

Nah saat sang raja memanggil sang mantan napi lalu menceritakan mimpinya tersebut, lalu memintaagar diberitahu tentang takbir mimpinya. Namun sang mantan napi itu tidak tahu dan akhirnya justru menunjukkan kepada nabi Yusuf yang masih dipenjara. 

Makanya di ayat sebelumnya disebutkan, (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf, dia berseru), “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui”. Qs. Yusuf 46.

Jadi sangat berbeda sekali bukan? Yakni jika nabi Yusuf sebelumnya memberikan terlebih dahulu masukan-masukan untuk kebaikan rakyat, lalu diangkat menjadi menteri dan seterusnya menjadi raja. Namun sekarang memberi janji-janji terlebih dahulu dan setelah menjabat.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button