Zuhud Terhadap Ketenaran 1 c

3. Tukang pemerah susu.

Sebagaimana yang dikatakan khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu di atas:

تَـفَـقَّـهُوْا قَـبْلَ أَنْ تُـسَوَّدُوْا.

“Pelajarilah ilmu agama sebelum kalian memegang kekuasaan”.

Memang ilmu agama lalu diamalkan tentu hal ini menjadi suatu kekuatan yang tiada tanding. Maksudnya; keadilan, kesejahteraan, gudang akhlak dan lain sebagainya. Hal itu setidak terlihat dari kisah nyata yang pernah terjadi pada zaman khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu. 

Ya. Seperti biasa khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu sering melakukan patroli di malam hari. Utjuannya agar mengetahui ‘sesuatu’ yang tersembunyi dari rakyatnya. Salah satunya ya kasus dialog seorang ibu dengan anak gadisnya yang jujur.

Kisah ini berawal ketika khalifah Umar mendengar dialog seorang ibu yang menyuruh agar berbuat curang sedangkan anak gadisnya menolak.

Dalam dialog itu sang ibu berkata kepada anak gadisnya agar mencampur susu hasil perahannya dengan air. Tujuannya agar bisa menambah volume susu yang dihasilkan hingga nantinya akan mendapatkan keuntungan yang lebih. Meski hal itu sangat dilarang dalam Islam.

berilmu sebelum beramal

Lalu sang anak berkata, “Bagaimana aku mencampurnya sedangkan Amirul Mukminin melarang hal itu”.

Sang ibu langsung menjawab, “Amirul Mukminin pasti tidak mengetahuinya”.

Maka sang anak pun menjawab lebih menohok (dari sisi iman), katanya, “Jika Umar tidak mengetahui, maka Yuhannya Umar mengetahuinya. Aku tidak akan melaksanakan selama hal tersebut terlarang”.

Ucapan anak gadis itu sangat berkesan sekali di hati khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu.

Maka ditandailah rumah itu sebelum Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu pergi mengendap-endap meninggalkan rumah tersebut.

Keesokan harinya khalifah Umar memanggil putranya yang bernama Ashim, lalu diceritakan kejadiannya dan dia beritahukan tempatnya. Kemudian berkata, “Pergilah wahai anakku, nikahilah anak gadis tersebut”.

Walhasil Ashim pun menikah dengan anak gadis tersebut, lalu dari hasil pernikahan itu lahirlah Marwan bin Hakam, kemudian darinya lahir Umar bin Abdul Aziz. Adapun anak gadis tersebut namanya Fatimah.

Ya, inilah potret pemimpin yang faham tentang ilmu agama dan mengamalkannya. Sehingga negara menjadi makmur, adil dan sejahtera.

berilmu sebelum beramal

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button