Wanita Dalam Pandangan Manusia
Pada era 80-90an pernah terdengar gaungan EMANSIPASI WANITA. Yaitu semacam ‘aksi perjuangan bagi wanita’ untuk menuntut persamaan hak. Di mana hak seorang wanita minta disamakan dengan haknya para laki-laki.
Bila seorang laki-laki bisa menjadi guru maka seorang wanita juga harus bisa menjadi guru. Bila seorang laki-laki bisa menjadi polisi atau tentara maka seorang wanita juga harus bisa menjadi seorang polisi atau tentara, begitu seterusnya.

Walhasil pada era pertengahan 80an pabrik-pabrik secara pelan-pelan mulai tumbuh. Lalu pesatnya terjadi pada tahun 90an ke atas. Dan kenyataannya di pabrik-pabrik itu akhirnya kebanyakan karyawannya adalah wanita! Bahkan tidak sedikit dari kaum hawa yang menjadi pimpinan perusahaan.
Namun di balik kesuksesan para wanita itu ternyata sedang menyimpan bom waktu yang nanti ketika waktunya tiba maka ledakannya sangat dahsyat. Kedahsyatannya melebihi bom yang dijatuhkan dua kota besar di Jepang saat terjadi perang dunia kedua; Heroshima dan Nagasaki.
Lalu bagaimanakah sebenarnya posisi wanita yang terbaik menurut Islam?
Sebelum masuk ke masalah posisi wanita menurut Islam, alangkah baiknya apabila mengenali terlebih dahulu tentang pandangan manusia tentang wanita dari waktu ke waktu.
Setidaknya ada tiga bagian/masa di mana wanita diposisikan dengan beragam.
Pertama: Wanita didewakan.
Maksudnya di sini bukan berarti wanita itu dijadikan sebagai sesembahan. Melainkan wanita itu diposisikan di atas lebih tinggi dari kedudukan laki-laki. Seperti ratu Bilqis, misalnya. Dia didewa-dewakan hingga menjadi seorang ratu. Padahal sebenarnya prestasinya biasa-biasa saja. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa negeri yang dipimpinnya pernah mengalami banyak persoalan. Sedangkan ratu Bilqis tidak bisa menanganinya.
Makanya ketika nabi Sulaiman hadir, diawali dengan datangnya surat yang dikirmkan burung hudhud. Lalu Bisqispun meresponnya. Sebab Bilqis berfikir; siapa tahu bahwa nanti (nabi) Sulaiman bisa membantu meringankan beban fikirannya dalam memimpin negerinya.
Walau begitu ratu Bilqis saat dihadapan para penasehat dan pembesarnya tidak menunjukkan kegundahannya. Melainkan justru ratu Bilqis memperlihatkan wajah kewibawaannya. Hal itu terlihat dengan ucapannya yang Allah abadikan dalam Al Qur’an, agar manusia beriman bisa mengambil i’tibar. firmanNya:
قَالَتْ إِنَّ الْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُوا قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوا أَعِزَّةَ أَهْلِهَا أَذِلَّةً وَكَذَلِكَ يَفْعَلُونَ.
Balqis berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. Qs. An Naml 34.
Tetapi ketika ratu Bilqis telah bertemu dengan nabi Sulaiman maka dengan kecerdasannya dan demi menyelamatkan negerinya. Akhirnya ratu Bilqis mau menerima ajakan dakwah nabi Sulaiman. Kemudian ratu Bilqis justru menjadi pendamping (istri) nabi Sulaiman.
Tujuannya agar negeri terselamatkan dari segala bencana dan tidak terjadi lagi salah dalam mengurus negerinya. Lalu Bilqis mengakui kesalahannya.
قَالَتْ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat dzalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”. Qs. An Naml 44.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Lanjutan: Wanita Dalam Pandangan Manusia Bag.2
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

