Membocorkan rahasia, berdusta dalam perkataan dan sumpah:
Allah Ta’ala berfirman:
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridlaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti (mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir. Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-kali tiada bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Qs. Al Mumtahanah 1-3.
Ayat ini turun berkaitan dengan rencana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam hendak menaklukkan Makkah. Sementara itu rencana ini hanya diketahui hanya oleh beberapa orang sahabat saja, tidak banyak. Salah satunya sahabat bernama Hathib bin Abi Balta’ah radliyallahu ‘anhu. Sementara itu Hathib bin Abi Balta’ah sendiri adalah seorang muhajir dari Makkah, yang di sana beliau masih memiliki anak dan harta.

Nah secara diam-diam Hathib bin Abi Balta’ah radliyallahu ‘anhu mengirim surat melalui kurir seorang perempuan dari Makkah. Tujuannya agar anak-anak dan hartanya disingkirkan terlebih dahulu.
Ternyata perbuatan Hathib bin Abi Balta’ah radliyallahu ‘anhu ini sebenarnya sangat mengandung resiko besar. Yakni akan bisa terendus rencananya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam yang berencana menaklukkan kota Makkah.
Maka Allahpun turun tangan, yakni Allah memberitahukan hal ini kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Dan beliau langsung segera melakukan croscek dengan cara mengutus Ali bin Abi Thalib, Zubair dan Miqdad radliyallahu ‘anhum agar segera mengejar seorang perempuan Makkah yang sedang melakukan perjalanan dari Madinah ke Makkah.
Ketika sudah terkejar, awalnya si perempuan yang menjadi kurirnya Hathib bin Abi Balta’ah ini masih mengelak. Tetapi setelah didesak akhirnya si perempuan ini mengakui bahwa dirinya diutus Hatib bin Abi Balta’ah untuk membawakan surat darinya lalu disampaikan kepada keluarganya yang masih di Makkah.
Tidak hanya itu, setelah mengakui maka suratnya pun diserahkan kepada utusan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Begitu suratnya sudah diterima maka ketiga utusan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam segera pulang ke Madinah dan menyerahkan langsung surat itu kepada Rasulullah.
Lalu turunlah surat Al Mumtahanah ini.
Dari kisah di atas menunjukkan bahwa membocorkan rahasia itu ternyata amat sangat berbahaya sekali. Makanya Rasulullah shalallahu ‘alaihii wa salam sendiri juga tegas dalam masalah ini. Walaupun untuk urusannya Hatib bin Abi Balta’ah ini Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak memberinya hukuman. Sebab Hatib adalah termasuk salah satu dari Ahli Badar.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
