Virus Penyakit Lisan Bag.5

Bencana kelima: Bercanda. 

Islam bukanlah agama yang kaku, tetapi juga agama yang terlalu longgar, sehingga dengan seenaknya para pemelukny dibiarkan bila melakukan suatu pelecehan terhadap Islam dan kaum muslimin. Tidak. Tidak seperti itu. Ketahuilah Islam agama yang tengah-tengah. Termasuk salah satunya mengenai candaan. 

Ya orang (Islam) boleh-boleh saja bercanda, tetapi dalam candaannya tidak boleh ada unsur merendahkan, menghina, melecehkan atau berdusta dalam candaannya. 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri juga terkadang bercanda tetapi penuh makna dan tidak ada dusta dalam candannya. Di antaranya sebagai berikut:

Beliau shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada seorang laki-laki, “Wahai orang yang berkuping dua”. 

Beliau juga pernah bersabda kepada laki-laki lainnya, “Aku akan membawamu di atas punggung anak onta”.

Pada kedua hadits di atas menunjukkan bahwa beliau bercanda tetapi tidak ada sama sekali unsur dustanya. 

Sementara pada kasus yang lain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam juga bercanda kepada seorang nenek. Adapun kisah singkat sebagai berikut;

candaan rosulullah

Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam mendengar bahwa pasukan Romawi hendak menyerang Islam, maka Rasulullahpun memutuskan untuk lebih baik ‘menyambut’ mereka di luar. Namun di sisi yang lain, Madinah saat itu sedang krisis. 

Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam seusai shalat langsung berkotbah dan menyerukan para sahabat agar mau berinfak di jalan Allah guna membendung serangan dari pasukan Romawi. 

Akhirnya Utsman bin Affan yang pertama kali mengatakan bahwa Utsman siap menginfakkan hartanya guna membantu Islam dalam peperangan kali ini yang dibilang sangat menentukan bagi kejayaan Islam.

Seusai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam khotbah dan sedang duduk-duduk, tiba-tiba datanglah seorang nenek tua dengan membawa sehelai kain yang disumbangkan untuk jihad di jalan Allah (karena memang hanya kain itu yang dimilikinya) dan nenek tua ini juga meminta agar didoakan supaya masuk surga. 

Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada nenek tua itu, “Sesungguhnya tidak ada yang masuk surga dalam keadaan tua renta”. 

Kemudian beliau membaca ayat:

فَـجَعَـلْنَـاهُـنَّ أَبْكَـارًا. عُـرُبًـا أًتْـرَابًـا.

Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya. Qs. Al Waaqi’ah 36-37.

Yang awalnya si nenek tua itu agak sedih, langsung raut wajahnya terlihat berseri-seri karena ternyata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bercanda, karena setelah itu membacakan surat Al Waaqi’ah itu. 

Dari bercandanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ini para ulama sepakat bahwa;

1. Beliau tidak berbicara kecuali yang benar.

2. Sering dilakukan terhadap wanita, anak-anak serta orang laki-laki lemah yang membutuhkan bimbingan.

3. Dilakukan jarang-jarang.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button