Virus Penyakit Lisan Bag.2

Bencana kedua:

Melibatkan diri dalam kebatilan. Yakni ikut dalam membicaraan tentang kedurhakaan, seperti ikut serta di tempat-tempat perkumpulan untuk minum khamr dan tempat berhimpunnya orang-orang fasik. 

Adapun kebatilan itu sendiri ada banyak macamnya. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَـتَـكَـلَّـمُ بِالْكَـلِمَـةِ لَا يَـرَى بِـهَـا بَـأْسًا يَهْـوِى بِهَـا سَبْـعِيْـنَ خَرِيْـفًا فِى النَّـارِ.

“Sesungguhnya seseorang berbicara dengan suatu kalimat yang dia anggap hal itu tidaklah mengapa, padahal dia akan dilemparkan ke neraka sejauh 70 tahun perjalanan”. Diriwayatkan Tirmidzi no. 2314. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan gharib.

إِنَّ الْعَـبْدَ لَيَـتَكَـلَّـمُ بِالْكَـلِمَـةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ لَا يُـلْقِـى لَـهَـا بَالًا، يَرْفَـعُ الله بِـهَا دَرَجَـاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْـدَ لَيَـتَكَـلَّـمُ بِالْكَلِـمَةِ مِنْ سَـخَطِ اللهِ لَا يُـلْـقَى لَهَـا بَالًا يَهْـوِى بِـهَـا فِى جَـهَنَّـمِ.

“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. Dan ada juga seorang  hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuar Allah murka dan tidak pernah dipikirkan bahayanya lalu dia dilemparkan ke dalam jahannam”. Diriwayatkan Bukhari no. 6478. 

virus penyakit hati dan lisan

إِنَّ الْعَبْـدَ لَيَـتَكَـلَّـمُ بِالْكَـلِـمَةِ مَا يَـتَـبَـيَّـنُ مَا فِيْـهَـايَتهْوِى بِـهَـا فِى النَّـارِ أَبْـعَـدُ مَابَيْـنَ الْمَشْـرِقِ وَالْمَـغْرِبِ. 

“Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuat dirinya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih daripada jarak antara timur dan barat”. Diriwayatkan Muslim no. 2988.

Sungguh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dalam beberapa hadits di atas telah memperingatkan akan bahayanya lisan. Sebab dengan ucapan seseorang bisa akan akan menimbulkan berdebatan dan adu mulut, banyak menyerang orang lain untuk membuka kesalahan dan keburukan-keburukannya. Yang mendorong seseorang berbuat seperti ini adalah merasa dirinya hebat. 

Memang seseorang harus mengingkari kemungkaran dengan perkataannya dan menjelaskan mana yang benar. Dia (boleh) melakukan hal itu jika orang yang dihadapinya mau menerimanya. Jika tidak, dia tidak perlu meradang. Ini jika memang urusannya berkaitan dengan agama. Tetapi jika urusannya berkaitan dengan masalah keduniaan, maka dia tidak perlu mendebatnya. Cara mengobati penyakit ini ialah dengan menundukkan kesombongan yang membuat dirinya merasa lebih utama. Yang besar daripada perdebatan ialah pertengkaran.  

Dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda, “Orang yang paling dibenci Allah ialah orang yang keras lagi suka bertengkar”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Maksud bertengkar di sini ialah bertengkar secara batil atau tanpa dilandasi pengetahuan. Sedangkan orang yang mempunyai hak untuk bertengkar, maka sebaiknya dia berusaha untuk menghindari pertengkaran. Sebab pertengkaran itu bisa membuat dada terasa panas, amarah mendidih, menimbulkan kedengkian dan bisa melanggar kehormatan.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button