Virus Penyakit Hati Dan Lisan

Pendahuluan.

Alhamdulillah. Segala puji hanya miliki Allah Ta’ala. Kami memuji-Nya dan memohon pertolongan-Nya. Dan memohon perlindungan Allah Ta’ala dari kejahatan diri kami dan dari keburukan amal-amal kami. 

Barangsiapa yang diberi petunjuk Allah Ta’ala maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah maka tidak ada dapat memberinya petunjuk. 

Kami bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Allah dan kami bersaksi bahwa Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam adalah nabi dan rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada junjungan kita, nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, keluarganya dan siapa saja yang senantiasa berjalan mengikuti jejaknya hingga hari Kiamat kelak.

Amma badu:

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman dalam Al Qur’an:

وَفِى الْأَرْضِ آيَـاتٌ لِّـلْمُـوْقِـنِـيْنَ. وَفِى أَنْـقُـسِكُـمْ، أَفَـلَا تُـبْـصِرُوْنَ.

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? Qs. Adz Dazaariyaat 20-21.

virus penyakit hati dan lisan

Hati dan lisan adalah dua anggota badan yang paling mendapatkan peringatan keras dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Betapa tidak?

Keduanya bahkan menjadi penyebab seseorang dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan atau sebaliknya, ditenggelamkan ke dalam pedihnya siksa neraka. Firman Allah Ta’ala:

يَـوْمَ لَا يَـنْـفَـعُ مَالٌ وَلَا بَـنُـوْنَ. إِلَّا مَنْ أَتَـى اللهَ بِـقَـلْبٍ سَـلِـيْـمٍ.

(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Qs. Asy Syu’araa 88-89.

Ya, pada hari itu setiap orang sudah tidak bisa lagi berbangga-bangga membanggakan yang dia miliki atau kelebihan dari dirinya. Oleh karenanya setiap manusia hendaknya mempersiapkan dirinya agar bersih hatinya. 

Lalu bagaimana caranya agar hatinya bersih?

Setidaknya selalu berdoa agar Allah selalu menjaga hatinya agar senantiasa mengingat Allah setiap saat dan setiap waktu, menjaga lisan agar tidak mudah melakukan ghibah (membicarakan aib orang), namimah (adu domba), menggunjing dan lain-lain. 

Selain itu hendaklah selalu memiliki sifat qanaah (merasa cukup). Bila tidak maka yang terjadi justru akan memunculkan rasa iri, dengki, cemburu dan ‘rasa-rasa’ lainnya yang membuat hati semakin menjadi sakit.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button