Toleran Dan Intoleran

Toleran Dan Intoleran

Sewaktu masih di Makkah Rasulullah dengan begitu sabarnya menyebarkan Islam ini terus menerus siang malam tiada henti. Walau halangan dan rintangan silih berganti, tetapi sedikitpun tidak menyurutkan nyali dan tekad beliau dalam menjalankan dakwah Islam kepada seluruh umat manusia. Terkhusus orang-orang Quraisy (sebab beliau berdomisili di tengah-tengah mereka).

Namun kenyataannya; dengan kesabarannya yang tak terhingga membuat musyrikin Quraisy yang akhirnya kalah dan menyerah. Tetapi bukan berarti menyerah kalah dengan cara yang gentle, melainkan mereka “membuat terobosan” untuk memadamkan api dakwah Islam yang terus menerus dihembuskan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.

Toleran Dan Intoleran

Yakni mereka mengutus utusan untuk menemui Rasulullah. Yang pada prinsipnya sebenarnya bahwa mereka ingin menghambat laju dakwah Islam agar tidak semakin pesat perkembangannya.

Adapun isi penawarannya adalah bahwa mereka menginginkan mengikuti dakwahnya rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam selama satu tahun penuh. Tetapi kompensasinya adalah bahwa satu tahun berikutnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam harus mengikuti agama nenek moyangnya.

Ternyata penawaran licik mereka langsung Allah respon dengan turunnya surat Al kaafirun.

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ. لا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ. وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. وَلا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ. وَلا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ. لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ.

Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. Qs. Al Kaafiruun 1-6.

Dari sini sudah jelas bahwa bagi orang-orang kafir yang menolak dakwah Islam maka mereka sama sekali tidak dianggap sebagai musuh. Bahkan Islam juga memberikan toleransi yang cukup tinggi. Yakni bahwa mereka dipersilahkan melaksanakan peribadatan yang sesuai dengan keyakinan mereka. Islam dan umat Islam tidak akan mengganggu peribadatan mereka. Tetapi konsekwensinya Islam juga meminta agar mereka tidak mengganggu peribadatan Islam.

Jadi jika saat ini umat Islam disuruh toleran, maka sebenarnya itu sudah ada ajarannya dalam Islam. Namun ketika ada suara adzan berkumandang ternyata ada orang merasa terganggu. Lalu membuat keributan dan meminta agar suara adzan jangan lagi dikumandangkan lewat toa.

Jadi siapa sebenarnya yang intoleran?

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button