Ada sebagian orang yang sangat memperhatikan masalah kesehatan tetapi juga ada yang tidak. Adapun bagi orang-orang yang selalu memperhatikan kesehatan maka ada sedikit saja yang dirasa tidak beres pada anggota tubuhnya maka dia segera cek up. Hal itulah yang akhirnya orang-orang yang semacam ini bisa terlihat sehat terus menerus.
Adapun bagi orang-orang yang cuek dengan masalah kesehatan maka perkara yang besar saja dianggapnya sepele. Oleh karena itu jika suatu saat penyakit fisiknya ini tiba-tiba ‘meledak’ baru dia akan tahu bahwa sebenarnya tanda-tanda penyakit fisiknya itu sudah ada dan memberi warning.
Nah hal yang sama pun sebenarnya juga terjadi pada ruhani/hati seseorang. Yakni penyakit hati yang apabila dibiarkan maka akan sanggup menghapus semua amal baiknya. Oleh karena bagi orang yang menyadari akan penyakit hati yang sewaktu-waktu bisa muncul dengan tiba-tiba, biasanya mereka melakukan
Cek up nya dengan beberapa cara, di antaranya; wirid, dzikir, tazkiyatun nafs, muhasabah, membaca buku-buku sirah para nabi dan para sahabat radliyallahu a’nhum ajma’iin. Atau bahkan tidak sedikit mereka membuka lembaran-lembaran dari Al Qur’an yang menceritakan yang berkaitan dengan tarbiyatun nafs.

Tetapi ada juga dari kalangan kaum muslimin sendiri yang terkadang abai tentang penyakit hati. Yang, karena dibiarkan, kelak akan mampu merusak amal shalih sesorang/teman atau bahkan dirinya sendiri. Sungguh kasihan bila hal ini benar-benar terjadi.
Lalu apa sih sebenarnya penyakit ruhani atau penyakit hati itu?
Penyakit hati atau penyakit ruhani itu salah satunya adalah hasad. Ya, hasad ini muncul ketika ada saudara seiman yang mendapatkan suatu kenikmatan dari Allah Ta’ala sementara dirinya malah iri disebabkan hal tersebut.
Kemudian rasa iri itu terus menerus berkembang hingga menjadi dengki. Lalu dari rasa dengki itu bila dibiarkan maka akan berkembang lagi menjadi sebuah tindakan; baik tindakan berupa ucapan –entah fitnah, atau umpatan atau celaan atau yang lainnya- hingga berupa tindakan tangan –berupa penganiayaan, misalnya- atau aksi lainnya.
Maka tidak mengherankan bila Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam mengatakan bahwa iri dan dengki itu ibarat kayu bakar, yang berpotensi membakar. Dan bila sudah membakar maka akan sanggup membakar semua yang ada di sekelilingnya. Maksudnya bahwa bila seseorang telah menanamkan rasa iri dan dengki di hatinya lalu melakukan suatu tindakan maka kelak di akhirat amal-amal dirinya akan diambil oleh orang yang didengkinya hingga dosa kedengkian dirinya pada saudaranya seiman habis (lunas). Tetapi bila belum selesai dosa-dosanya maka amal shalih orang yang dengki itu akan diambil oleh saudaranya seiman. Inilah yang dimaksud dengan seperti kayu bakar yang sanggup membakar (seluruh amalnya).
Oleh karena itu hendaknya menteladani perilaku orang-orang salaf yang bila mendengar ada orang iri kepadanya, maka mereka segera memberi hadiah kepada orang yang iri kepada dirinya.
Wallahu a’lau bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
