e. Berdoa memohon kepada Allah agar hasad itu dihilangkan dari dirinya.
Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda, “Doa adalah bagian dari ibadah”.
Sementara Allah juga lebih menandaskan lagi tentang doa:
وَإِذَا سَـأَلـَكَ عِـبَادِى عَـنِّى فَـإِنَّـى قَرِيْـبٌ، أَجِيْـبُ دَعْـوَةَ الـدَّاعِ إِذَا دَعَـانِ، فَـلْيَـسْـتَجِيْـبُوْا لِى وَلْـيُؤْمِـنُوْا بِى لَـعَـلَّهُـمْ يَـرْشُـدُوْنَ.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. Qs. Al Baqarah 186.
Ayat ini sebenarnya masih berkiatan dengan ayat-ayat puasa di bulan Ramadhan (183), lalu setelah beberapa ayat setelahnya baru ayat ini.

Memang ayat ini bisa dikatakan ayat umum bukan hanya dikhususkan pada bulan Ramadhan saja. Yakni berkaitan dengan doa. Yakni Allah menerangkan tentang dekatnya Allah dengan para hamba-Nya. Hingga apabila ada hamba-Nya atau bahkan seluruh hamba-Nya berdoa kepada Allah saat itu secara serentak sekalipun maka Allah pasti akan memenuhi (mengabulkan) doa-doanya.
Apabila sudah tahu seperti ini bukankah lebih baiknya berdoa agar Allah menghilangkan rasa hasad dari hati kita? Sebab selain akan dikabulkan, doa sendiri juga bagian dari ibadah.
Namun apabila ada hamba-hamba Allah yang tidak mau berdoa maka dia disebut sebagai orang yang sombong. Dan Allah mengancamnya akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam. Firman Allah Ta’ala:
وَقَالَ رَبُّـكُـمُ ادْعُـوْنِى أَسْـتَجِـبْ لَـكُـمْ، إِنَّ الَّـذِيْـنَ يَسْـتَكْـبِـرُوْنَ عَـنْ عِـبَـادَتِى سَـيَدْخُلُوْنَ جَـهَـنَّـمَ دَاخِرِيْـنَ.
Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. Qs. Al Mukmin 60.
Sebenarnya ayat ini menunjukkan kebaikan Allah kepada para hamba-Nya yang beriman. Ibnu Katsir mengatakan bahwa inilah bukti Allah memuliakan hamba-hamba-Nya. Maksudnya Allah memenuhi kebutuhan para hamba-Nya yang mau berdoa dengan bersungguh-sungguh.
Sufyan Ats Tsauri mengatakan bahwa Allah mencintai orang-orang yang mau berdoa kepada-Nya, walaupun orang tersebut banyak permintaan dalam doanya. Dan sebaliknya Allah akan murka terhadap hamba yang tidak pernah berdoa dan tidak pernah meminta kepada Allah.
Ya, itulah perbedaan manusia dengan Allah Ta’ala; bila manusia, sesekali ada orang yang meminta kepadanya mungkin dia akan memberinya. Tetapi bila terus menerus apalagi kontinyu pasti dia akan murka. Namun bila ada orang yang memberinya secara terus menerus pasti dia akan menyukai orang tersebut. Sedangkan Allah sebaliknya, Allah akan semakin senang dan cinta kepada manusia yang selalu meminta (berdoa) kepada-Nya terus menerus dan akan murka kepada manusia yang tidak pernah berdoa. Dan yang terpenting serta yang harus digaris bawahi, yaitu bahwa Allah sama sekali tidak membutuhkan apapun dari manusia.
Wallahu a’lau bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
