Terapi Penyakit Hasad Bag.3

Bila sudah mengetahui secara ilmunya tentang bahayanya hasad dan konsekwensinya bila secara terus menerus memupuk rasa dengki dalam dada, maka langkah berikutnya adalah;

Kedua: mengobati dengan amal.

Ya, langkah kedua untuk terapi penyakit hasad ini memang harus ditempuh dengan cara mengamalkan ajaran-ajaran Islam dan syariatnya. Yakni harus;

a. Taqwa dan sabar.

Sebab siapa saja yang bertaqwa dan bersabar, maka tidaklah dia termasuk orang yang dhalim. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:

فَـمَنْ وَجَدَ فِى نَـفْسِـهِ حَـسَدًا لِـغَيْـرِهِ فَـعَـلَيْـهِ أَنْ يَـسْتَـعْمِـلَ مَـعَهُ التَّـقْـوَى الصَّبْـرَ، فُـيُـكْرِهَ ذَلِكَ مِنْ نَـفْـسِهِ.

“Barangsiapa yang mendapati hatinya menyimpan rasa hasad, maka hendaklah dia menyelimutinya dengan taqwa dan sabar, niscaya hatinya akan membenci penyakit tersebut”.

Ketahuilah bahwa taqwa dan sabar adalah dua mata uang yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Tidak mungkin ada orang bertaqwa tetapi dia tidak sabar, atau sebaliknya, ada orang yang tidak bertaqwa tetapi dia penyabar.

Walau begitu bisa saja ada orang yang menyangkal bahwa bisa saja ada orang yang tidak bertaqwa tetapi dia sabar.

Benar, memang ada orang yang tidak bertaqwa tetapi dia penyabar. Tetapi ingat bahwa kesabarannya orang yang tidak bertaqwa itu ada batasnya. Lihat saja seperti yang Rasulullah shalallahu ‘alaihih wa salam sampaikan sahabat beliau bahwa beliau menunjuk seseorang yang bakal maasuk neraka. Padahal saat itu orang yang ditunjuk tersebut sedang ikut berperang bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Aneh bukan?

Ikhlas Menjadi Syarat Diterimanya Amal Saleh

Nah setelah diselidiki dengan cara menguntit orang yang ditunjuk Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tersebut, ternyata didapatkannya bahwa orang tersebut mati bunuh diri. 

Ibnu Ishak berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah bercerita kepadanya, “Telah datang kepada kami seorang lelaki yang tak kami ketahui siapa dia, tetapi ada yang mengatakan bahwa dia bernama Quzman. Jika nama orang ini disebut, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Dia pasti termasuk penghuni neraka”.

Sewaktu meletus perang Uhud, Quzman terlibat penuh membantu kaum muslimin, dia bahkan berhasil membunuh tujuh atau delapan orang musyrik karena keberaniannya memang tidak dapat diragukan. 

Namun, dia terluka parah sehingga berhenti bertempur dan dibawa ke perkampungan Bani Zhafar. Kaum muslimin berkata kepadanya, “Demi Allah, hari ini engkau telah membuktikan keberanianmu. Karena itu, bergembiralah menyambut surga!”.

Saat lukanya kian parah, dia mengambil anak panah dari selongsongnya lalu memakainya untuk bunuh diri. Diriwayatkan Thabrani.

Subhaanallah. Orang yang pernah hidup di zaman Rasulullah, dan ikut berperang bersama beliau saja masuk surga disebabkan bunuh diri.

Ya karena dia tidak bertaqwa akhirnya kesabarannya juga ada batasnya.

Wallahu a’lau bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button