Ibnu Sirin rahimahullah berkata, “Saya tidak pernah mendengki kepada seorangpun dalam urusan dunia. Sebab jika dia penduduk surga, maka bagaimana aku menaruh rasa hasad kepada dirinya dalam urusan dunia sedangkan dia berjalan menuju surga. Dan jika dia penduduk neraka, bagaimana aku menaruh rasa hasad kepadanya dalam urusan dunianya sementara dia sedang berjalan menuju neraka”.
Oleh karenanya bila seseorang telah memiliki rasa iri dan dengki hendaknya segera diterapi, di antaranya:
Pertama: MENGOBATI DENGAN ILMU.
Yakni dengan menyadari sepenuh hati bahwa hasad adalah penyakit yang sangat berbahaya baik bagi agama maupun dunia seseorang. Karena itulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyebutnya sebagai Ad Daa’ atau penyakit. Maka jika seorang mukmin mengetahui hakekat hasad ini, insya Allah dia akan lebih mudah untuk menjaga kesucian hatinya.

Dalam kitab At Thibbur Ruuhaani, Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Ketahuilah bahwasanya hasad mewajibkan pelakunya untuk susah tidur di waktu malam, tidak bisa kenyang waktu makan, merusak warna, menghancurkan hasil campuran dan tetap dalam duka cita serta kerugian”.
Allah Yaa Kariim!
Sampai sebegitunya! Padahal hanya sekedar dengki tetapi bisa sampai merusak jiwa dan raga. Ya, rusak jiwanya; terlihat dari saat dia bekerja. Dia sering mengalami kerugian dan hasil karyanya juga amburadul.
Rusak raga; karena dia susah tidur malam dan makannya tidak pernah merasa kenyang. Kenapa begitu? Sebab hatinya selalu memikirkan saudaranya seiman yang sedang mendapatkan kenikmatan dari Allah. Sedangkan yang dipikirkannya bukan karena senang saudaranya seiman mendapatkan kenikmatan dari Allah melainkan justru sakit hatinya. Sehingga dia pikirkan terus hingga malam hari dan mengakibatkan dirinya tidak bisa tidur. Selain itu dia juga setiap kali makan juga dirasanya hambar tetapi tetap saja dia makan. Sebab saat makannya pun dia memikirkan dengan perasaan dengki kepada saudaranya seiman.
Oleh karenanya bagi orang yang terkena penyakit hasad ini hendaknya kembali kepada Allah dan rasul-Nya. Sungguh Allah dan rasul-Nya sangat tidak suka kepada seorang mukmin yang dengki kepada saudaranya seiman hanya karena kenikmatan yang Allah berikan kepadanya.
Bukankah hanya berawal dari rasa hasad akhirnya seseorang berani melakukan ghibah terhadap saudaranya seiman?
يَـا أَيَّـهَـاالَّـذِيْـنَ آمَنُوا اجْتَـنِـبُوْا كَثِـيْـرًا مِّنَ الظَّـنِّ إِنَّ بَـعْـضَ الظَّـنِّ إِثْـمٌ، وَلَا تَـجَّـسَّسُوْا وَلَا يَـغْـتَبْ بَّـعْضُـكُـمْ بَـعْضًـا، أَيُـحِبُّ أَحَـدَكُـمْ أَن يَـأْكُـلَ لَـحْـمَ أَخِيْـهِ مَيْـتًـا فَـكَرِهْـتُـمُـوْهُ، وَاتَّـقُوا اللهَ، إِنَّ اللهَ تَـوَّابٌ رَّحَيْـمٌ.
Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Qs. Al Hujuraat 12.
Bayangkan, tajasus (mencari-cari kesalahan orang lain) ini sangat dilarang dalam Islam. Apalagi menyebarkan fitnah atau hanya sekedar ghibah.
Coba diperhatikan afirman Allah berikut ini, sebagai renungan:
Sesungguhnya orang-orang yang mendtangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin lekai-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka adzab Jahannam dan bagi mereka adzab (neraka) yang membakar. Qs. Al Buruuj 10.
Wallahu a’lau bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
