Tanda-tanda Kiamat Kubra Bag.57
Manusia kembali kepada Jahiliyah dan beribadah kepada berhala (b).
Dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda;
ثُـمَّ يُرْسِـلُ اللهُ رِيْـحًا بَارِدَةً مِنْ قِـبَلِ الـشَّامِ فَلَا يَـبْقَى عَـلَى وَجْـهِ الْأَرْضِ أَحَـدٌ فِى قَلْـبِهِ مِـثْقَـالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيْـمَانٍ إِلَّا قَـبَضَتْهُ حَـتَّى لَوْ أَنَّ أَحَـدَكُـمْ دَخَـلَ فِى كَـبَدِ جَـبَلٍ لَدَخَـلَتْـهُ عَـلَيْهِ حَـتَّى تَـقْـبِضَهٌ.
قَالَ سَـمِعْـتُهَـا مِنْ رَسُـولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: فَـيَـبْقَى شِرَارُ الـنَّاسِ فِى خِـفَّـةِ الطَّـيْرِ، وَ أَحْـلَامِ الـسِّـبَاعِ، وَلَا يَـعرفُوْنَ مَـعْرُوْفًـا، وَلَا يُـنْكِـرُوْنَ مُنْـكَـرًا. فَيَـتَمَـثَّـلُ لَـهُمُ الـشَّـيْطَانُ فَـيَقُوْلُ: أَلَا تَسْـتَـجِـيْـبُوْنَ؟ فَيَـقُـوْلُـوْنَ: فَـمَا تَـأْمُرُنَا؟ فَيَـأْمُـرُهُـمْ بِـعِبَـادَةِ الْأَوْثَـانِ، وَهُـمْ فِى ذَلِكَ دَارٌّ رِزْقُـهُـمْ، حَـسَنٌ عَـيْشُـهُمْ، ثُـمَّ يُـنْفَـخُ فِى الصُّـوْرِ.
“Kemudian Allah mengirimkan angin dingin dari arah Syam, sehingga tidak ada seorangpun yang bertahan di bumi yang memiliki setitik kebaikan atau keimanan kecuali dia akan mati. Bahkan jika (ada) beberapa di antara kalian memasuki baian terdalam dari gunung, angin ini akan mencapai tempat itu juga dan itu akan menyebabkan kematian”.
Saya (Abdullah bin Amru) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Hanya orang-orang fasik yang akan bertahan dan mereka akan ceroboh seperti burung dengan karakteristik kebinatangannya. Mereka tidak akan pernah menghargai kebaikan atau mengutuk kejahatan. Kemudian setan akan datang kepada mereka dalam bentuk manusia dan akan berkata, “Apakah kalian tidak menjawab?”.

Lalu manusia akan balik bertanya, “Apa yang anda pesankan kepada kami?”.
Dan setan akan memerintahkan kepada mereka agar menyembah berhala. Meski demikian mereka akan mendapatkan kelimpahan rezeki dan menjalani kehidupan yang nyaman”. Diriwayatkan Muslim dalam shahih-nya. lihat KITAABUL FITAN, BAAB KHURUUJUD DAJJAAL, 4/2258. Hadits no. 2940.
Tidak bisa dibayangkan ketika dalam kehidupan semua manusia tidak memiliki barometer sebuah kebenaran. Sehingga tidak ada seorangpun yang menegur ketika terjadi sebuah kemungkaran.
Dan yang lebih parah lagi adalah ketika dalam sebuah peribadatan justru kaum wanitalah yang membuat suasana peribadatannya itu menjadi semarak (baca: gaduh). Sebagaimana hadits Rasulullah shalallahu ‘laihi wa salam berikut ini;
لَا تَـقُوْمُ الـسَّاعَةُ حَـتَّى تَضْـطَرِبَ أَلَـيَـاتُ نِـسَاءِ دَوْسٍ عَـلَى ذِى الْ،خَلَـصَةِ. وَذُو الْـخَـلَصَةَ طَاغِـيَةُ دَوْسٍ الَّـتِى كَانُـوْا يَعْـبُدُوْنَ فِى الْجَـاهِـلِـيَّةِ.
“Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai pantat wanita dari suku Daus bergerak saat berkeliling pada Dzi Khalasa”. Diriwayatkan Bukhari dalam KITAABUL FITAN. Fathul baari; 13/76. Hadits no. 2906.
Dzi Khalasa adalah berhala suku Daus yang mereka sembah pada masa jahiliyah sebelum Islam.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

