Tanda-tanda Kiamat Kubra Bag.34
Kabar dari Tamim Ad Daari (a).
Bila kemarin agak sedikit berbeda pendapat tentang Ibnu Shayyad apakah dia Dajjal atau bukan. Nah kali ini akan dipaparkan hadits yang sudah ada kepastian tentang Dajjal yang sejatinya. Yaitu hadits dari Tamim Ad Daari, seorang muallaf yang sebelumnya pernah bertemu dengan seseorang yang sangat aneh, menurutnya.
Lalu setelah dilaporkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, ternyata dia benar-benar Dajjal yang kelak akan keluar jika sudah waktunya.
Namanya Tamim bin Aus bin Kharijah Ad Daari, Abu Ruqayyah. Beliau adalah salah saeorang sahabat yang mulia. Namanya tidak asing bagi kaum muslimin. Beliau masuk Islam ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sudah hijrah ke Madinah. Sepeninggal khalifah Utsman bin ‘Affan, Tamim meninggalkan kota Madinah dan menetap di Baitul Maqdis hingga meninggal di sana pada tahun 40 H.

Sahabat inilah yang pernah melihat Dajjal dengan kedua matanya. Dan sahabat ini pula yang pernah berbicara dan mendengar pembicaraan Dajjal dengan kedua telinganya sendiri.
Sebelum Islam, Tamim Ad Daari beragama Nasrani. Dan saat dirinya Nasrani itulah Tamim bertemu dan melihat Dajjal. Hingga akhirnya Allah lapangkan dadanya untuk menerima Islam dan beliau beritakan pengalamannya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam.
Hadits yang berkaitan dengan Tamim Ad Daari ini lebih masyhur disebut dengan hadits Jasaasah. Ya, hadits ini dikisahkan dari seorang sahabiyah bernama Fatimah binti Qais radliyallahu ‘anha. Amir bin Syarahil Asy Sya’bi berkata kepada Fatimah binti Qais radliyallahu ‘anha, ‘Kabarkanlah kepadaku sebuah hadits yang engkau dengar dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, yang tidak engkau sandarkan kepada seorangpun selain (langsung dari) beliau’.
Fatimah binti Qais radliyallahu ‘anha berkata, “Jika engkau menghendaki maka akan aku sampaikan”.
‘Iya. Berikan hadits itu’, jawab Asy Sya’bi.
Fatimah binti Qais radliyallahu ‘anha pun mulai bercerita, “Suatu hari aku mendengar penyerunya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berseru, ‘الصَّلَاَةُ الْـجَـامِـعَةُ!’.
‘Aku pun segera keluar menuju masjid. Aku shalat bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dan aku berada di shaf wanita yang langsung berada di belakang shaf laki-laki.
Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam selesai shalat, beliau duduk di mimbar dan tertawa seraya bersabda,
لِيَـلْزَمْ كُـلُّ إِنْـسَانٍ مُصَـلَّاهُ
“Hendaklah masing-masing kalian tetap berada di tempat shalatnya”.
Maaf, untuk sementara haditsnya terputus. Hal itu disebabkan begitu panjangnya hadits dari tamim Ad Daari ini.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

