Tanda-tanda Kiamat Kubra Bag.33
Apakah Ibnu Shayyad itu Dajjal? (c).
Bila kemarin sudah dijelaskan dalam hadits bahwa ibunya Ibnu Shayyad saja tidak memiliki kesopanan terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam –ketika mengkabarkan kepada Ibnu Shayyad bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sedang berada di dekatnya-.
Maka tidak heran bila banyak ulama yang beranggapan bahwa Ibnu Shayyad itu ya Dajjal itu sendiri. Setidaknya Imam Nawawi berkata dalam Syarh Muslim-nya; ‘Para ulama berkata, ‘Kisahnya tentang Ibnu Shayyad ini penuh dengan musykilah –hal-hal yang mustahil-, semua hal yang berurusan dengannya penuh dengan kecurigaan; apakah dia ini Dajjal yang terkenal itu ataukah dia orang lain. (Walau) ada yang menyakini bahwa dia ini benar-benar Dajjal’.

Para ulama berkata, ‘Makna dhahir haditsnya menunjukkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak mengungkapkan secara jelas bahwa dia adalah Dajjal atau orang lain. Tetapi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam hanya menyampaikan wahyu tentang sifat-sifat Dajjal. Sementara itu dalam diri Ibnu Shayyad telah tergambar karakteristik sebagai seorang Dajjal.
Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri belum memberikan kepastiannya; apakah Ibnu Shayyad itu Dajjal atau bukan. Hanya beliau bersabda kepada Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu, “Jika memang dia (kelak yang akan menjadi Dajjal) maka tidak ada mungkin kamu mampu membunuhnya”. Syarh imam Nawawi ‘Alal Muslim; 18/46.
Sementara dalam kitab Abu Daud disebutkan; Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, berkata, telah menceritakan kepada kami Ya’qub –maksudnya Ya’qub bin Abdurrahman- dari Musa bin Uqbah dari Nafi’, dia berkata, Ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma berkata, ‘Demi Allah, aku tidak ragu bahwa Al Masih Dajjal itu adalah Ibnu Shayyad’.
Tetapi ada yang berbeda dengan perkataannya imam Baihaki. Kata beliau, ‘Tidak dalam hadits Jabir selain diamnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam atas kemarahannya Umar (karena sikap tidak sopannya Ibnu Shayyad). Dan hal itu dijadikan sebagai pegangan oleh mereka yang menegaskan bahwa Dajjal bukanlah Ibnu Shayyad, dan jalannya lebih benar. Terlebih setelah muncul berita dari Tamim; di dalamnya ada Dajjal yang akan muncul di akhir zaman, jadi bukan Ibnu Shayyad’.
Al Barzanji juga sependapat dengan imam Baihaki, katanya, ‘Pendapat yang paling benar adalah bahwa Dajjal bukanlah Ibnu Shayyad’.
Dari beberapa pendapat ulama di atas dapat disimpulkan bahwa;
- Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam hanya menyampaikan tentang ciri khusus seseorang yang bernama Dajjal. Tetapi beliau tidak mendapatkan informasi dari Allah tentang selebihnya. Sehingga berkaitan dengan Ibnu Shayyad pun beliau tidak berani mengklaim apakah Ibnu Shayyad itu Dajjal atau orang lain. Dan dari situ pulalah akhirnya ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa Ibnu Shayyad sendiri dan Dajjal juga sendiri.
- Tetapi apabila melihat dari ciri-ciri khusus yang sering Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sampaikan. Maka ada juga beberapa ulama yang berpendapat bahwa Ibnu Shayyad itu ya Dajjal itu sendiri.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

