Tanda-tanda Kiamat Kubra Bag.31
Apakah Ibnu Shayyad itu Dajjal? (a).
Siapakah sebenarnya Dajjal itu? Sebab sejak awak Dajjal selalu dibicarakan. Bahkan sampai detail. Mulai dari matanya yang hanya satu saja yang bisa melihat, keningnya yang bertuliskan ka fa ra, memiliki kemampuan sihir yang sangat tinggi, hingga memiliki surag dan neraka (versi Dajjal tentunya).
Tetapi ternyata belum faham siapa sebenarnya Dajjal itu sendiri. Maksudnya dia ini keturunan siapa? Dan sebagainya.
Ibnu Shayyad adalah seorang anak keturunan Yahudi Madinah. Namanya aslinya Shaafi. Tetapi dia juga dikatakan sebagai Abdullah bin Shayyad atau Shayyed. Dia masih muda ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam datang ke Madinah.

Dia dianggap Dajjal dikarenakan sifat-sifatnya yang mendekati yang dikabarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Walaupun begitu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sendiri tidak menunjuknya sebagai Dajjal. Padahal ciri-ciri dan sifat-sifatnya sudah mendekati. Sebab yang paling ‘menonjol’ pada dirinya adalah kedustaannya. Ya dia paling suka berdusta.
Di situlah letaknya bahwa Rasulullah shalallahu shalallahu ‘alaihi wa salam sebagai penyampai risalah. Karena risalah yang sampai kepada beliau hanya sebatas memberitahukan ciri-ciri dan sifat-sifat khusus tetapi tidak diberitahukan tentang orangnya secara spesifik. Ya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pun tidak menambahkannya. Walaupun ada beberapa orang yang curiga dengan Shaafi atau Abdullah bin Shayyad ini.
Dalam sebuah hadits yang sangat panjang disebutkan; diriwayatkan Muslim dalam Shahih-nya dari Abdullah bin Umar radliyallahu ‘anhuma, bahwa Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam dengan ditemani beberapa sahabat lainnya pergi (untuk) menemui Ibnu Shayyad.
Dan ternyata (saat itu) beliau menemukan Ibnu Shayyad sedang bermain dengan anak-anak lainnya di dekat benteng Bani Maghalah.
Pada waktu itu usia Ibnu Shayyad sudah mendekati remaja. Sedangkan dia waktu itu tidak menyadari kehadirannya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Hingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menepuk punggungnya dengan tangan beliau.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda kepada Ibnu Shayyad, “(Wahai) Ibnu Shayyad, tidakkah kamu bersaksi bahwa aku adalah uturan Allah?”.
Kemudian Ibnu Shayyad menoleh ke arah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, lalu berkata, “Saya bersaksi bahwa engkau adalah utusan orang-orang yang buta huruf”.
Lalu Ibnu Shayyad malah bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, “Apakah engkau bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah?”. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menolaknya dan bahkan beliau bersabda, “Aku beriman kepada Allah dan seluruh-Nya”.
Dari sini saja sudah terlihat bahwa Ibnu Shayyad tidak mengakui Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam sebagai utusan seluruh manusia. Melainkan dia mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam hanya sebagai utusan orang-orang ummi (buta huruf) saja.
Dan yang lebih parahnya lagi dia justru mengatakan bahwa dirinya adalah utusan Allah. Na’udzubillah.
Wallahu a’lam.
Oleh: Abu Ibrahim
Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

