Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Pernah Terjadi Dan Sering Terjadi Bag.20

Tanda-Tanda Hari Kiamat Yang Pernah Terjadi Dan Sering Terjadi Bag.20


10. Salam khusus dan terputusnya tali silaturahim.

Akhir zaman memang zaman penuh keanehan. Betapa tidak? Kaum muslimin yang dahulu kuat dan memiliki izzah (kemuliaan), tetapi di akhir zaman ini justru terbalik. Yakni umat Islam justru menjadi lemah. Dan kelemahannya justru dimanfaatkan oleh mush-musuhnya. Di antaranya umat Islam diibaratkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam seperti makanan yang terhidang di atas meja yang semua orang ngiler dan berebut untuk melahapnya.

putusnya silaturahim

Adapun salah satu titik lemahnya kaum muslimin di akhir zaman itu adalah mereka memberikan salam hanya kepada orang-orang yang dikenalnya saja. Hal itu berbeda dengan kaum muslimin dahulu di masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam masih hidup.

Selain itu para wanita yang mulai ikut berdagang dengan suaminya. Dan yang lebih tragis lagi adalah banyaknya pemutusan talil persaudaraan, persaksian palsu dan banyaknya tulisan. Sebagaimana hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berikut ini.

“Di antara tanda terjadinya Kiamat adalah memberi salam kepada orang-orang khusus, tersebarnya perdagangan hingga sang istri ikut menolong suaminya untuk berdagang, memutus talii persaudaraan, saksi palsu, menyembunyikan persaksian yang benar dan munculnya Al Qolam”. Diriwayatkan imam Ahmad. Hadits no. 3676.

Lho, memang tidak boleh wanita (istri) bekerja?

Perkaranya bukan masalah boleh atau tidak boleh. Melainkan bila istri sudah mulai sering-sering keluar rumah maka setidaknya ada beberapa madlorot yang siap menghadang; tugas pokok wanita sebagai ibu bagi anak-anaknya akan terkurangi dan izzah (kemuliaan) seorang suami akan berkurang di mata sang istri.

Semua tahu bahwa tugas pokok seorang ibu adalah mengasuh, mendidik dan membangun/membentuk karakter setiap anak-anak mereka. Adapun mengasuh, mendidik dan membangun/membentuk karakter seseorang itu tidak bisa secara instan, apalagi diserahkan kepada para baby sister.

Jadi seharusnya seorang ibu merasa cemburu berat bila anak-anaknya cenderung lebih dekat dengan baby sister daripada kepada dirinya. Apalagi bila karakter, gerak gerik, intonasi berbiaranya baby sister sudah ditirukan oleh anak-anaknya.

Di lain pihak bila seorang suami juga ikut menolong suami dalam berdagang maka secara pelan-pelan izzah suami akan berkurang di mata istri. Sebab secara pelan-pelan sang istri akan mulai dominan dalam perdagangan yang dirintis suaminya. Dan ini cepat atau lambat -disadari atau tidak- akan berdampak pada hubungan kedua.

Hal itu berbeda kasusnya bila keadaan ekonomi keluarga dibawah standar (garis kemiskinan). Walaupun begitu sang istri tidak ikut membantu suaminya dalam berdagang. Melainkan sang istri ikut membantu meringankan beban ekonomi keluarga dengan cara yang lain. Seperti yang pernah dilakukan Fatimah Az Zahra, binti Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam.

Yaitu beliau ikut membantu meringankan beban ekonomi keluarga dengan cara mengambil gandum orang lain lali dibawa pulang. Kemudian di rumah beliau menumbuknya hingga menjadi tepung. Setelah berhasil menjadi tepung maka Fatimah pun segera mengembalikan tepungnya kepada sang pemilik lalu segera pulang ke rumah.

Dari sini Fatimah binti Muhammad Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam betul-betul masih masih menjaga izzah (kemuliaan/wibawa) Ali bin Abi Thalib sebagai suaminya dan Fatimah sendiri masih bisa menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya dan mendidiknya dengan tangan dan kasih sayangnya.

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button