Susah Taubat? Bag.95
Beberapa pertanyaan seputar (keinginan) taubat. bag.2
d. Ada seseorang yang pernah mendapatkan amanah untuk menyampaikan sejumlah keuangan kepada orang lain yang sudah ditunjuk oleh orang yang memberinya amanah tersebut. Tetapi ternyata dana tersebut tidak sampai kepada orang yang ditunjuk, -atau- sampai kepada orang yang ditunjuknya namun tidak sesuai jumlah yang diberikan di awal alias dipotong. Kemudian setelah sadar dan bertaubat dirinya ingin mengembalikan dana tersebut. Bagaimana cara mengembalikan dana tersebut atau mengembalikan dana yang sudah dipotong itu? Atau ada juga seseorang yang menghimpun dana dengan mengatas namakan untuk pembiayaan sosial. Tetapi ternyata setelah mendapatkan dana dari masyarakat ternyata dipakainya untuk urusan pribadinya. Lalu bagaimana sekarang bila dirinya ingin bertaubat kemudian bagaimana cara mengembalikan dananya yang sudah dia gunakan untuk pribadi?

Ini memang berat tetapi ingatlah bahwa taubat dan kejujuran itu membawa berkah, bahkan bisa mengantarkan sampai ke surga.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنَ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: عَـلَيْكُـمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَـهْدِى إِلَى الْبِـرِّ، وَإِنَّ الْبِـرَّ يَـهْدِى إِلَى الْجَـنَّةِ. وَمَا يَـزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَـتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّـى يُـكْتَـبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْـقًـا. وَإِيَّـاكُـمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَـهْدِى إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَـهْدِى إِلَى النَّـارِ. وَمَا يَـزَالُ الرَّجُلَ يَـكْذِبُ وَيَـتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّـى يُـكْـتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًـا.
Dari Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Hendaklah kalian selalu berlaku jujur. Karena kejujuran itu membawa pada kebaikan, dan kebaikan itu akan mengantarkan ke surga. Dan apabila seseorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian (sifat) berdusta, karena dusta itu akan membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan akan mengantarkan seseorang ke neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong)”. Diriwayatkan Muslim no. 2607.
Oleh karena itu hendaknya orang yang dahulu pernah diberi amanah untuk menyampaikan dananya kepada orang lain kemudian taubat maka hendaknya disempurnakan taubatnya dengan cara mendatangi orang yang dahulu pernah memberinya amanah untuk menyampaikan dana kepada orang yang sudah ditunjukkan orangnya (nama dan alamatnya). Lalu katakan saja dahulu amanah itu telah diselewengkannya –baik dipakai semua ataupun hanya sebagian saja-.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan
