Susah Taubat? Bag.92

Susah Taubat? Bag.92

Hak-hak orang yang dibunuh (g). 

Allah benar-benar telah menunjukkan janji-Nya. sebagaimana firman-Nya dalam surat Ali Imran 139.

وَلَا تَهِـنُوْا وَلَا تَـحْزَنُوْا وَأنْـتُـمُ الْأَعْـلَوْنَ إِنْ كُنْـتُـمْ مُؤْمِنِيْـنَ.

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Qs. Ali Imran 139.

Ya, janji itu berupa betapa mahalnya harga darah kaum muslimin. Sehingga siapa saja yang melakukan penistaan atau apalagi sampai pada taraf pembunuhan. Maka kelak si pembunuh akan bertanggung jawab sampai akhirat. Mengerikan bukan?

Allah menepati janjinya

Ya, sebab setidaknya setiap muslim pasti punya kewajiban sebagai khalifah di muka bumi. Yaitu membuat bumi ini agar sesuai dengan aturan Allah Ta’ala. Membuat bumi ini benar-benar bisa dikelola dengan baik sehingga mampu dijadikan sebagai tempat hidup untuk seluruh makhluk-Nya. Baik manusia (muslim maupun kafir), hewan dan tumbuh-tumbuhan sekalipun.

Mereka bisa hidup secara berdampingan tanpa ada saling “bermusuhan”. Tidak ada lagi ketimpangan. Dan yang terpenting adalah ketimpangan pengelolaan alam. Sehingga alam tidak akan pernah marah dengan membiarkan air mengalir sesuka hatinya sehingga menimbulkan banjir yang mengakibatkan kerusakan di mana-mana. Atau tanah longsor yang juga menimbulkan korban. 

Ya, kesemuanya itu karena tugas setiap insan beriman sebagai seorang khalifah di muka bumi. Maka apabila ada seorang muslim yang dibunuh dengan sengaja itu artinya dia hak hidup bagi seorang yang dibunuhnya. 

Belum lagi beberapa sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Di antaranya:

“Jauhilah kedhaliman karena akedhaliman adalah kegelapan di hari Kiamat”.  Diriwayatkan Bukhari no. 2447, dan Muslim no. 2578. 

“Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh mendhaliminya dan tidak boleh menelantarkannya”. Diriwayatkan Muslim no. 2564.

“Siapa yang pernah berbuat aniaya (dhalim) terhadap kehormatan saudaranya atau sesuatu apapun hendaklah dia meminta kehalalannya (maaf) pada hari ini (di dunia) sebelum datang hari yang ketika itu tidak bermanfaat dinar dan dirham. Jika dia tidak melakukannya, maka (nanti pada hari Kiamat) bila dia memiliki amal shalih akan diambil darinya sebanyak kedhalimannya. Apabila dia tidak memiliki kebaikan lagi maka keburukan saudaranya yang didhaliminya itu akan diambil lalu ditimapakan kepadanya”. Diriwayatkan Muslim no. 2449.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan

Call Now Button