Susah Taubat? Bag.73

Susah Taubat? Bag.73

Lihatlah bagaimana Allah meninggikan orang-orang beriman. 

Terkadang ada saja orang-orang yang iseng kepada orang-orang yang bertaubat. Di antaranya mungkin suka mengungkit masa-masa kelamnya dahulu. 

Bila ada orang yang berbuat seperti ini (mengungkit masa kelamnya) maka katakan saja sejujurnya. Ya, tidak apa-apa katakan sejujurnya. Walaupun orang yang mengungkitnya berniat buruk (menjatuhkan) terhadap dirinya. 

Tetapi ingatlah bahwa lebih baik mantan preman daripada mantan ustadz atau mantan kyai. Bahkan Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu sendiri mengatakan bahwa para mantan kafir (yang kemudian beriman) itu jauh lebih faham kekafiran. Kenapa?

Sebab mereka dahulunya pernah melakukannya. Tapi ketika sudah masuk Islam (boleh juga dibaca/difahami, pen: setelah taubat) maka semua perbuatan itu selalu diupayakan untuk dihindari dan dijauhi, bukan?

Allah meninggikan orang yang beriman

Dengan begitu maka si mantan pelaku maksiat ini tahu mana yang benar dan mana yang buruk. Mana yang Haq dan mana yang batil. Sebab yang batil dahulunya dia pernah melakukan sedangkan yang Haq belum. Berbeda dengan orang-orang yang tidak pernah bermaksiat. Yakni yang dijalaninya hanya kebaikan saja terus. Sehingga ketika menemukan suatu hal berbeda beda, terkadang bisa tergelincir –maaf, bukan berarti mengajak agar berbuat maksiat: sama sekali tidak-.

Jadi sebenarnya para mantan pelaku maksiatlah sebenarnya (yang benar-benar bertaubat tentunya) yang lebih banyak tahu tentang maksiat dan intrik-intriknya. Dan bukankah kebanyakan para sahabat dahulunya banyak yang mantan kafir? Sehingga mereka faham betul tentang kekafiran itu sendiri?

Seperti Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu yang menebang pohon yang dahulunya pohon tersebut pernah dipakai Rasulullah dan para sahabat untuk melakukan bai’at (sumpah setia) ridwan. Tujuannya apa? Dan kenapa?

Tujuannya agar jangan sampai generasi setelahnya menganggap bahwa pohon ridwan itu memiliki kesakralan. Dan biasanya bila dianggap memiliki kesakralan maka lambat laun kelak bisa dijadikan sebagai tempat-tempat yang disakralkan dan akan menimbulkan fitnah baru. Yakni menyembah kepada pohon tersebut atau setidaknya melakukan suatu ritual pada pohon tersebut. 

Maka alangkah eloknya bila semua masing-masing dari kaum muslimin saling mendoakan agar kelak Allah selamatkan dari api neraka. Sehingga tidak ada lagi orang yang suka membuka lembaran lama orang lain, terutama orang-orang yang bertaubat. Sebab kelak yang akan selamat di akhirat adalah orang-orang yang hatinya bersih, bukan orang yang suka membuka lembaran kelam orang lain.

وَلَا تُـخْزِنِى يَـوْمَ يُـبْعَثُـوْنَ. يَـوْمَ لَا يَـنْفَـعُ مَالٌ وَلَا بَـنُوْنَ. إِلَّا مَنْ أَتَـى اللهَ بِـقَلْـبٍ سَـلِيْـمٍ.

Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. (Yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Qs. Asy Syu’araa 87-89.

Wallahu a’lamu bish shawaab.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button