Susah Taubat? Bag.64
Apakah Allah akan mengampuniku?
Ada seseorang yang ingin bertaubat bertanya, katanya; “Saya sudah lama melakukan kedhaliman hingga lama tidak melaksanakan shalat tetapi saya sesekali melakukan sebuah amal shalih”.
Pertanyaannya: Apakah amal shalihku itu akan (Allah) tulis sebagai amal shalih ketika nanti saya sudah bertaubat. Atau justru akan menguap sia-sia karena saya sudah lama tidak melaksanakan shalat?”.
Berikut ini ada hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, semoga bisa menjadi jawabannya.
عَنْ عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ حَكِيْـمَ ابْنَ حِزَامٍ أَخْبَـرَهُ أَنَّـهُ قَالَ لِرَسُوْلِ اللهِ: أَرَأَيْـتَأُمُوْرًا كُنْـتُ أَتَـنَـحَّثُ بِهَـا فِى الْجَاهِـلِيَّـةِ مِنْ صَدَقَـةٍ أَوْ عَـتَـاقَةٍ أَوْ صِلَـةِ رَحِمٍ أَفِيْـهَـا أَجْـرٌ؟
فَـقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: أَسْـلَمْـتَعَـلَى مَا أَسْلَـفْتَ مِنْ حَيْـرٍ.
Dari ‘Urwah bin Zubair bahwa Hakim bin Hizam telah mengkabarkan kepadanya, bahwa dia berkata kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu tentang beberapa perkara; berupa sedekah atau pembebasan budak atau silaturahim yang pernah aku lakukan pada zaman Jahiliyah dahulu? Apakah aku mendapatkan pahalanya?”.
Rasulullah shalallahu ‘alaihii wa salam menjawab, “Kamu masuk Islam dengan kebaikan yang kamu lakukan dahulu”. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Inilah jawabannya. Yakni dosa-dosa semasa pada zaman Jahiliyah diampuni (Allah), semua perbuatan buruknya diganti dengan perbuatan-perbuatan yang baik.
Sedangkan semua kebaikan pada masa Jahiliyah tetap terekam (baca: ditulis) sebagai amal shalih, setelah dirinya bertaubat.
Lalu ada pertanyaan:
Bagaimana bila ada seorang pelaku maksiat dan pendosa yang kemudian bertaubat. Tetapi tiba-tiba dia ada keinginan kembali lagi melakukan dosa. Dan ketika dia sadar, bagaimanakah caranya agar dirinya langsung bisa bertaubat secara langsung saat itu?
Jawabnya: sebaiknya dua hal yang harus dilakukan.
Pertama: Penguatan amalan hati.
Ya, ketika amal hati ini telah berbicara maka seseorang yang tergerak untuk melakukan suatu maksiat seakan terkena cemeti. Sehingga dia langsung tersadar dan mengurungkan niatnya untuk maksiat. Seperti kisah nabi Yusuf ‘alaihi salam yang Allah abadikan dalam Al Qur’an.
Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, “Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan adzab yang pedih?”. Qs. Yusuf 25.
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs. Yusuf 53.
Ya, kedua ayat di atas menunjukkan bahwa nafsulah yang membuat seseorang lupa atau khilaf. Hal itu terlihat dari pernyataan nabi Yusuf sendiri, “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan”.
Itulah kejujuran yang menunjukkan amal hatinya yang jujur.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
