Susah Taubat? Bag.55
Syarat lain untuk bertaubat (l) # lanjutan #:
Riba, sebagaimana yang Allah sebutkan dalam Qs. Al Baqarah 278. bahwa Allah memerintahkan untuk meninggalkan riba. Maksudnya; bagi yang mau bertaubat maka dana yang sudah lama dia putar lewat jalur riba itu hendaknya ditinggalkan (terutama harta/dana yang belum dipungut). Walaupun mungkin merasa sayang dengan dananya yang nantinya bisa diputar kembali.
Oleh karena itu bagi yang masih enggan meninggalkan dana riba (dengan alasan sayang dananya bila dibiarkan) maka Allah Ta’ala telah mengumumkan untuk berperang melawan mereka.
فَـإِن لَّـمْ تَفْـعَلُوْا فَـأْذَنُـوْا بِـحَرْبٍ مِّنَ اللهِ وَرَسُـوْلِـهِ، وَإِنْ تُـبْـتُـمْ فَـلَكُـمْ رُءُوْسُ أَمْوَالِـكُـمْ لَا تَظْلِـمُوْنَ وَلَا تُظْلَـمُوْنَ.
Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. Qs. Al Baqarah 279.

Dari ayat di atas sebenarnya sudah bisa difahami hanya saja masih saja ada orang yang sayang dengan dana ribanya (yang bukan dari harta pokok). Apalagi saat ini sudah ada juga para alim yang ‘membolehkan’ perbuatan riba. Sehingga membuat riba yang satu ini sangat susah dihilangkan.
Padahal apabila mau men-zoom secara seksama maka sebenarnya pengumuman perang yang Allah kumandangkan kepada para pelaku/pemain riba ini sudah terlihat. Dan jelaslah Allah yang keluar sebagai pemenangnya.
Hanya saja (kembali kepada kejujuran iman mereka masing-masing) terkadang Allah tidak langsung memperlihatkan kemenangannya. Melainkan terkadang Allah justru “memberi” peluang kemajuan kepada para hamba-Nya yang masih saja tidak mau meninggalkan ribanya.
Tetapi bahwa Allah “memberi peluang” itu bukan berarti bahwa semua yang ditekuni dalam riba itu mendapat restu dari Allah. Sama sekali tidak!
Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?”. Qs. Al An’aam 81.
Setidaknya ayat di atas menjadi renungan bagi orang-orang yang masih enggan meninggalkan riba. Sebab “peluang” yang Allah berikan itu sebenarnya justru –minimal- sebagai peringatan. Tidak percaya?
Lihat saja hasil riba yang dimakannya dan diberikan pula kepada keluarganya. Maka bisa dilihat dirinya dan keluarganya seperti apa endingnya.
Maka jujurlah kepada Allah dan diri sendiri.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
