Susah Taubat? Bag.42
Pelajaran dari contoh kasus orang yang berzina pada masa salaf dan ingin menebus dosanya: ©
Bila melihat kasus Ma’iz bin Malik dan wanita yang berzina di atas menunjukkan bahwa mereka berdua adalah sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Tetapi jangan dianggap bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah gagal dalam membina ruh (mental) para sahabat, melainkan justru sebaliknya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah sukses membina para sahabat.
Terbukti dengan kedua sahabat yang telah melakukan perbuatan maksiat dan dosa lalu mereka tersadar. Maka segera mereka bertaubat.
Sementara itu perbuatan zina itu dua kemaksiatan; maksiat kepada Allah dan maksiat kepada manusia.

Maksiat kepada Allah; disebabkan Ma’iz bin Malik dan wanita itu telah melanggar larangan-Nya. yakni berzina. Sedangkan maksiat kepada manusia; keduanya telah merusak rumah tangga yang telah mereka bina bersama suami/istri (pasangan) keduanya. Ditambah lagi dari hasil perzinaannya itu memunculkan kehamilan sehingga tumbuhlah anak haram dalam rahim si wanita itu.
Makanya keduanya menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam lalu meminta agar beliau mensucikan diri keduanya dari dua dosa yang telah dilakukannya. Yakni agar Allah mau mengampuninya serta keluarga dari keduanya yang telah dirusak karena perzinaannya.
Meski syarat diampuninya itu harus dengan cara dirajam ternyata keduanya sangat rela. Sebab mereka lebih memilih mendapatkan hukuman di dunia tetapi kelak di akhirat mereka tidak lagi memiliki beban dosa zinanya. Sebab telah ditebus waktu di dunia (dirajam).
Ketika keduanya (secara sendiri-sendiri) mengahadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, beliau tidak langsung menerima aduannya. Melainkan beliau menyuruhnya untuk pulang. Kenapa?
Untuk mengetahui lebih jauh tentang orang yang menghadap (Ma’iz bin Malik dan wanita tersebut, -karena saat itu keduanya yang sedang ada kasus-) tersebut. Apakah orang yang datang itu memiliki problem pribadi yang membuat dirinya ingin mengakhiri hidupnya dengan cara melaporkan bahwa dirinya telah melakukan sesuatu yang nantinya dirinya akan dihukum dengan hukuman mati, misalnya.
Sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak menghendaki umatnya yang frustasi kemudian pelariannya kepada hal yang negatif. Bunuh diri misalnya. Makanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam tidak menginginkan hal itu terjadi. Untuk itulah beliau menyuruhnya agar pulang.
Tetapi ketika keduanya berulang kali mendatangi Rasulullah, lalu beliau menanyakan tentang kebenarannya. Kemudian setelah yakin benar bahwa keduanya telah melakukan perbuatan zina maka dilaksanakanlah hukuman rajam tersebut.
وَلَا تَـقْـرَبُوْا الزِّنَـى، إِنَّـهُ كَانَ فَـاحِشَةً وَسَـآءَ سَبِـيْلًا.
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. Qs. Al Israa’17.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
