Susah Taubat? Bag.4
مَالَكُـمْ لَا تَرْجُوْنَ للهِ وَقَـارًا.
Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? Qs. Nuh 13.
Bagi orang-orang yang selalu menganggap remeh setiap perbuatan dosa dan maksiat, sehingga mereka dengan ringannya melakukan perbuatan maksiat dan dosa. Maka hendaklah dia memperhatikan ayat di atas ini.
Ya, kebesaran Allah Ta’ala itu meliputi kemampuan Allah dalam memantau setiap hamba-Nya setiap detiknya. Tujuannya apa?
Agar setiap manusia beriman selalu merasa dipantau terus menerus oleh Allah Ta’ala. Sehingga mereka tidak lagi melakukan kemaksiatan dan dosa.

Bukankah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah bersabda tentang ihsan, “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia (Allah) melihatmu”. Diriwayatkan Bukhari dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu.
Nah seharusnya dengan adanya hadits di atas umat Islam harus lebih waspada terhadap segala perilakunya. Sebab Allah selalu mengawasinya selama 24 jam!
Namun ya kembali lagi, mungkin karena sudah udzur usia dunia, sehingga justru banyak manusia sekarang ini yang melakukan perbuatan maksiat dan dosa dengan terang-terangan serta dianggapnya remeh.
Maka perhatikanlah kata Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوْبَـهُ كَـأَنَّـهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَـقَعَ عَـلَيْهِ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَـرَى ذُنُوْبَـهُ كَذُبَـابٍ مَرَّ عَـلَى أَنْـفِهِ.
“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan dia duduk di sebuah gunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang fajir (yang gemar maksiat), dia akan melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya”. Diriwayatkan Bukhari dalam KITAB SHAHIH-nya no. 6308.
Itulah yang membedakan antara mukmin dan fajir dalam memandang perbuatan maksiat dan dosa.
Anas bin Malik berkata:
إِنَّـكُـمْ لَتَعْـمَلُوْنَ أَعْـمَلًا هِيَ أَدَقُّ فِى أَعْيـُنِـكُـمْ مِنَ الشَّعَرِ، إِنْ كُـنَّـا نَعُـدُّهَـاعَـلَى عَهْـدِ النَّـبِيِّ – صلى الله عليه و سلم – الْمُوْبِـقَـاتِ.
“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di mata hadapan kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa nabi shalallahu ‘alaihi wa salam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar”. Diriwayatkan Bukhari dalam Kitab Shahih-nya no. 6492.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
Oleh: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
