Susah Taubat? Bag.34
Contoh kasus orang yang telah membunuh pada masa salaf dan ingin menebus dosanya: (b)
Sedikit dari cerita pembukaan di atas menunjukkan bahwa sebenarnya si pemuda lusuh dari kampung itu adalah orang yang baik-baik saja. Dari rumahnya dia sama sekali tidak memiliki niatan untuk membunuh seseorang.
Namun kenyataannya di tengah perjalanan dia menemukan kendala yang membuat dirinya naik pitam sehingga dia membunuh seseorang yang telah menyembelih untanya.
Lalu berakhir pada penangkapan dirinya dan dirinya dibawa menghadap khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu untuk diadili seadil-adilnya menurut ketentuan Islam.

Dari sini bahwa pemuda lusuh dari kampung itu memang benar-benar orang shalih, tetapi dia ‘terperosok’ karena terjebak dengan untanya yang disembelih. Hal itu terbukti dengan keikhlasannya ketika dia mengatakan agar khalifah Umar memutuskan perkaranya dengan hukum Allah. Namun dia meminta agar pelaksanaan had-nya ditunda terlebih dahulu agar dirinya bisa menyelesaikan semua urusannya dengan orang-orang di kampungnya.
Namun begitu khalifah Umar tidak mau gegabah, belilau meminta jaminan. Dan sayangnya si pemuda lusuh itu sama sekali tidak memiliki saudara atau kenalan di kota Madinah untuk bisa dijadikan sebagai penjamin.
Inilah problemnya.
Tetapi tanpa disangka-sangka, tiba-tiba ada suara lantang dari balik kerumunan mereka. “Jadikanlah aku sebagai penjaminnya, wahai amirul mukminin”, kata suara itu.
Setelah semua kepala menoleh ke arah suara, ternyata pemilik suara itu adalah sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, Salman Al Farisi.
“Salman”, kata Umar kaget.
“Kamu belum mengenal pemuda ini. Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini”, kata Umar menambahkan.
Dengan tenang Salman Al Farisi menjawab, “Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, wahai Umar.dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya kepadanya”.
Akhirnya dengan berat hati Umar mengizinkan Salman Al Farisi menjadi penjamin si pemuda lusuh ini. Dan si pemuda lusuh ini kemudian pergi untuk mengurus urusannya.
Subhaanallah. Begitu dalamnya pengamalan Wala’ dan firasatnya Salman Al Farisi. Sehingga beliau dengan kerelaan hati siap menjadi penjamin pemuda lusuh yang sebelumnya tidak dikenalnya.
Tidak mungkin beliau hanya asal-asalan atau coba-coba untuk menjadi penjamin. Sebab ini urusannya nyawa. Ya, nyawa! Sebab apabila si pemuda lusuh itu pergi dan tidak kembali maka nyawa Salman Al Farisi, salah seorang sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, akan dikorbankan sebagai ganti dalam had qisas.
Wallahu a’lamu bish shawaab.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
