Sendau Gurau Yang Terukur Bag.3

Sendau Gurau Yang Terukur Bag.3

Sebenarnya bercanda atau sendau gurau itu tidak dilarang dalam Islam asalkan tidak sampai keluar dari prinsip-prinsip ajaran Islam itu sendiri. Bahkan sebenarnya bercanda atau sendau gurau sendiri juga bisa mengendorkan ketegangan. Atau juga bisa untuk mencairkan suasana yang canggung ataupun tegang.

Oleh karena itu ada yang perlu digaris bawahi dalam bercanda atau sendau gurau. Atau setidaknya memiliki rem agar tidak kebablasan. Terutama ketika ada sesuatu yang dijadikan sebagai obyek dalam candaan, sehingga nanti jatuhnya menjadi olok-olokan.

Sendau Gurau Yang Terukur Bag.3

Setidaknya ada enam yang harus diwaspadai kemudian agar tidak lagi dibuat sebagai bahan candaan.

1. Apa-apa yang sudah di-nash-kan dalam Al Qur’an.

Ternyata hingga saat ini masih saja ada orang yang mencoba membuat suatu candaan dengan mengambil dari nash Al Qur’an. Atau obyeknya diambilkan dari Al Qur’an. Seperti; teorinya Darwin yang mengatakan tentang evolusi. Yakni meyakini bahwa asal muasal manusia dari kera atau monyet.

Memang benar bahwa Allah Ta’ala telah berfirman dalam Al Qur’an tentang monyet atau kera. Tetapi hal itu (monyet atau kera) tidak ditujukan kepada seluru manusia melainkan kepada orang Yahudi yang licik.

وَلَـقَدْ عَـلِمْـتُـمُ الَّذِيْـنَ اْعَتَدَوْا مِنْكُـمْ فِى السَّـبْـتِ فَـقُلْـنا لَهُـمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خَاسِـئِيْنَ.

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antara kamu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “”Jadilah kamu kera yang hina”. Qs. Al Baqarah 65.

قُلْ هَلْ أُنَـبِـئُكُـمْ بِـشَرٍّ مِّن~ ذَلِكَ مَثُوْبَـةً عِنْدَ اللهِ، مَنْ لَعَـنَهُ اللهُ وَغَذِبَ عَلَيْهِ وَجَعَـلَ مِنْهُـمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَـازِيْـرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوْتَ، أُوْلَـئِكَ شَرٌّ مَّكَـانًا وَ أَضَلُّ عَنْ سَوَآءِ السَّـبِيْلِ.

Katakanlah: “Apakah akan aku beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. Qs. Al Maidah 60.

فَلَـمَّا عَتَوْا عَن مَّا نُهُوْا عَنْهُ قُلْـنَا لَهُـمْ كُوْنُوْا قِـرَدَةً خَسِـئِيْنَ.

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. Qs. Al A’raaf 166.

Dari ketiga ayat di atas menunjukkan bahwa yang menjadi kera yang hina itu adalah orang-orang yang telah melanggar dari yang telah Allah tentukan. Jadi bukan semua manusia itu keturunan kera.

Lalu apakah mereka (dalam hal ini Darwin) tidak rela jikalau nenek moyangnya disebut kera lalu mereka (khususnya Darwin) membuat suatu teori evolusi itu?

Wallahu a’lam.

Oleh: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet untuk masjid, kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, Permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button