Sebab-sebab Ujub

1. Faktor lingkungan dan keturunan.

Ini memang tidak bisa disangkal. Ya, baik karena faktor lingkungan ataupun karena faktor keturunan. Kok bisa?

Ya, faktor lingkungan; yakni bila di lingkungannya selalu bersikap hidonis. Apa itu hidonisme?

Hidonisme menurut wikidpedia; Yaitu ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.

Nah dari sinilah kemudian seseorang seakan dipaksa untuk (setidaknya) menyamai pola dan perilaku kehidupan lingkungannya. Seperti, memiliki sepeda motor, mobil, televisi, kulkas dan lain-lain, misalkan. Dan setiap ada produk baru dirinya harus ikut ‘antri’ memesan. Tujuannya; agar tidak dianggap ketinggalan!

Belum lagi nanti untuk masalah piknik alias traveling. 

Maka tidak mengherankan bila terkadang di berbagai medsos banyak orang yang meng-up load sesuatu yang seharusnya tidak perlu. Atau bahkan sebenarnya hal tersebut memalukan atau hal-hal ayng sepele diunggah di medsosnya. Tujuannya tiada lain agar dirinya tidak dianggap ketinggalan zaman. 

sebab ujub

Faktor keturunan; untuk yang satu ini jelas sekali sangat dominan dalam mempengaruhi. Baik melalui gen ataupun karena keluarga orang tua yang sering mengajarkan agar anak-anaknya selalu tampak menonjolkan dirinya. 

Oleh karenanya hendaklah para orang tua agar lebih berhati-hati dalam memuji anak-anaknya agar tidak berlebihan dan terlanjur hingga dewasa. 

2. Sanjungan dan pujian yang berlebihan.

Ini kembali kepada orang tua. Yakni karena seringnya memuji-muji anak sehingga si anak secara pelan tapi pasti dia akan selalu mencari perhatian untuk dipuji. 

Dari Mujahid rahimahullah Ta’ala dia berkata, Said bin ‘Ash rahimahullah mengutus beberapa orang untuk memuji-muji dirinya dihadapan khalifah Utsman bin Affan radliyallahu ‘anhu, maka ketika Miqdad radliyallahu ‘anhu melihat hal tersebut beliau langsung berdiri dan menaburkan tanah ke wajah mereka seraya berkata, “Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Taburkanlah tanah kepada orang yang suka memuji”.

3. Bergaul dengan orang-orang yang terkena penyakit ujub.

Selain karena faktor lingkungan, keturunan dan suka pujian dari orang lain, hal yang menjadi penyebab munculnya penyakit ujub itu dikarnakan sukanya tersebut bergaul denganorang-orang yang terkena penyalit ujub. 

Dalam pepatah bahasa Arab disebutkan:

صَـحِيْـبُـكَ أَبْـكَى كَ لَا مَنْ أَضْـحَـكَـكَ.

Temanmu (yang sesungguhnya) adalah yang menangisimu bukan yang mentertawakanmu.

Jadi kalau hanya sekedar suka memuji-muji itu bisa jadi karena orang yang dianggap teman itu sebenarnya hanya selalu ingin merogoh kocekmu.

Wallahu a’lau bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button