Rasa dengki atau hasad pada dasarnya tidak timbul kecuali karena kecintaan kepada dunia. Dan dengki biasanya banyak terjadi di antara orang-orang terdekat, antar keluarga, antar teman sejawat, antar tetangga, dan orang-orang yang berdkatan lainnya. Sebab rasa dengki itu timbul karena salling berebut pada satu tujuan. Dan itu tidak akan terjadi pada orang-orang yang saling berjauhan, karena pada keduanya tidak ada ikatan sama sekali.
Adapun orang mencintai akhirat, yang selalu memperjuangkan agama Islam serta mencintai Allah, para malaikat-Nya, nabi-nabi-Nya dan kerajaan di langit maupun di bumi, maka mereka tidak akan dengki kepada orang-orang yang mengetahui hal yang sama. Bahkan sebaliknya, mereka malah mencintai dan bergembira terhadap orang-orang yang mengetahui-Nya.
Sebab maksud mereka adalah mengetahui Allah dan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi-Nya. oleh karena itulah di antara mereka tidak ada yang memiliki rasa dengki sesama mereka.

Sebab pertama: kecintaan kepada dunialah yang mengakibatkan munculnya rasa dengki antar sesama. Dan ini disebabkan oleh banyak hal, di antaranya karena permusuhan. Ini adalah penyebab utama kedengkian paling parah. Dia tidak suka bila melihat/mengetahui orang lain menerima suatu nikmat, hanya karena dia adalah musuhnya.
Maka diusahakanlah agar jangan sampai ada kebaikan pada orang tersebut. Bila musuhnya itu mendapatkan suatu kenikmatan maka hatinya menjadi sakit, karena bertentangan dengan tujuannya. Dan permusuhan seperti ini tidak saja terjadi antara orang yang sama kedudukannya, tetapi juga bisa terjadi antara atasan dan bawahannya.
Sebab kedua: Ta’azzuz (merasa paling mulia). yakni dia keberatan bila ada orang lain yang melebihi dirinya. Dia takut apabila koleganya mendapatkan kekuasaan, pengetahuan, memiliki pengaruh atau memiliki harta yang bisa mengungguli dirinya.
Sebab ketiga: takabur atau sombong. Yakni dia memandang remeh pada orang lain dan, karenanya, dia ingin orang lain patuh, tunduk, hormat dan mengikuti petuah-petuahnya dan perintah-perintahnya. Dia sangat takut apabila ada orang lain yang memperoleh nikmat, sehingga akan berbalik sikap lalu tidak mau tunduk kepada dirinya. Termasuk dalam hal ini adalah kedengkian orang-orang kafir Quraisy kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam yang seorang anak yatim tetapi kemudian dipilih Allah untuk menerima wahyu-Nya. Kedengkian mereka dilukiskan Allah dalam firman-Nya:
وَقَالُوْا لَوْلَا نُـزِّلَ هَذَا الْـقُـرْآنُ عَـلَى رَجُـلٍ مِّنَ الْقَـرْيَـتَـيْنِ عَـظِـيْمٍ.
Dan mereka berkata, “Mengapa Al Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Thaif) ini?”. Qs. Az Zukhruuf 31.
Maksudnya, orang-orang kafir Quraisy itu tidak keberatan mengikuti Muhammad (shalallahu ‘alaihi wa salam), andai saja beliau itu dari keturunan orang besar, tidak dari anak yatim atau orang biasa.
Wallahu a’lamu bish shawaab
By: Abu Ibrahim

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
