Sebab-sebab Hasad Bag.3

Sebab kelima: takut mendapatkan saingan. 

Orang seperti ini sebenarnya bisa saja disebut paranoid dan egois. Ini bisa dilihat dari sikapnya yang terkadang tidak masuk akal. Alasannya ya sederhana. Seandainya ada pedagang baru, mie ayam misalnya. Dia pasti akan marah-marah atau ngomel-ngomel terus menerus tanpa ada sebabnya. Padahal sebenarnya ya hanya karena ada pedagang baru yang kebetulan barang dagangan yang dijualnya sama dengan dirinya, mie ayam.

Padahal di mana-mana yang namanya mie ayam itu ya seringnya laris semua atau laku semua. Tetapi bagi orang ini, pedagang baru itu dianggap akan menggusurnya. Nah dari sanalah kemudian dia akan melakukan hal-hal negatif terhadap pedagang baru tersebut.

Hal yang tidak jauh berbeda juga pada bidang yang lain. Keilmuan. Sungguh ini sangat disayangkan sekali. Dirinya tidak atau enggan menyebarkan ilmu yang dimilikinya. Alasannya takut bila nanti dirinya akan disaingi. Lalu ujung-ujungnya dirinya justru akan dielu-elukan oleh banyak orang. Inilah yang diharapkannya. 

Dan secara langsung sebenarnya inilah yang sering terjadi; dia akan merasa tidak nyaman ketika ada pendatang atau orang lain yang didatangkan untuk memberikan sebuah ilmu kepada masyarakat setempat, yang ternyata ilmuunya tersebut dirinya telah mengetahuinya. Nah hal yang seperti ini dianggapnya sebagai suatu musibah.

persaingan dalam islam

Padahal seharusnya bila ada hal yang seperti ini seharusnya dia senang sebab nantinya akan bisa sharing tentang keilmuan yang dimilikinya dengan orang yang akan didatangkan ke tempatnya. Sehingga –siapa tahu- nanti akan terjadi take and give. Jadi bukan malah dianggapnya sebagai saingan yang kemudian –ujung-ujungnya- malah dimusuhi dan difitnah. Sungguh ini egois dan inilah penyakit hati yang perlu difahami. 

Sebab keenam: ambisi memimpin (hubbur riyaasah).

Hubbur ruyaasah dengan hubbul jah (suka pangkat/kedudukan) adalah saling berkaitan. Dan ini juga masih ada keterkaitan dengan sebab kelilma di atas (takut mendapat saingan). Orang seperti ini sering tidak mau melihat pada diri sendiri tentang keadaan –kelemahan- dirinya sendiri, sehingga seakan dirinyalah orang yang paling baik dan tidak ada yang bisa menandinginya. 

Seandainya ada manusia yang memiliki kedudukan yang jauh melebihi dirinya sementara dulunya dirinya tahu bahwa orang yang memiliki kedudukan yang tinggi itu adalah adik kelasnya, misalnya, maka dia akan berusaha untuk bagaimana caranya agar dirinya bisa berada di atasnya dalam hal kedudukannya. Lalu bila ternyata mantan adiknya tadi tidak bisa ditaklukkan dalam hal ilmu atau dalam perkara lainnya maka dia akan sakit hati timbullah rasa benci dan dendam. Na’udzubillah!

Sebab ketujuh: kikir dalam kebaikan terhadap sesama hamba Allah Ta’ala.

Ini juga sebenarnya masih ada saling keterkaitan dengan sebab-sebab hasad di atas. Padahal sebenarnya ada beberapa ayat yang menyinggung masalah saling tolong menolong dalam kebaikan dan larangan untuk saling tolong menolong dalam hal keburukan dan maksiat. 

Tetapi anehnya malah sebaliknya, dia akan merasa sakit hati bila melihat ada orang yang sedang mendapatkan kebahagiaan dan akan merasa senang apabila melihat atau mengetahui ada saudaranya seiman sedang dalam kesusahan. Sungguh ini musibah iman.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button