Sebab-sebab Hasad Bag.2

Sebab keempat: Takabbur atau sombong. Dan yang lebih parah lagi –ini umumnya- orang yang suka takabbur biasanya juga memiliki sifat atau karakter sum’ah (amal perbuatan yang ingin dilihat oleh orang lain). Lalu dia seakan ta’ajub dengan kemampuan dirinya sendiri. Hal ini sebagaimana yang biasa terjadi pada umat-umat terdahulu saat menerima dakwah dari rasul Allah Ta’ala.

Ya, mereka merasa heran terhadap manusia yang kedudukannya sama dengan dirinya atau bahkan lebih rendah dari dirinya dari sisi kedudukan sosialnya. Lalu dia menyandang sebagai seorang rasul yang diutus oleh Allah, Tuhan semesta alam ini. Maka karena alasan inilah mereka menaruh rasa dengki dan berusaha menghilangkan pangkat yang melekat pada dirinya sebagai seorang rasul. Sebagaimana yang Allah abadikan dalam surat Al Isra’ 94.

وَمَا مَنَـعَ النَّـاسَ أَن يُـؤْمِنُـوْا إِذْجَآءَ هُـمُ الْهُـدَى إِلَّا أَن قَـالُوْا أَبَـعَـثَ اللهُ بَـشَرًس رَّسُـوْلًا.

Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepadanya, kecuali perkataan mereka, “Adakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?”. Qs. Al Israa’ 94.

sombong

Bila melihat pada tafsir Ibnu Katsir maka beliau memberikan banyak sekali gambaran dari orang-orang kafir yang sombong terhadap para utusan Allah. Sebab bagi mereka, para rasul (utusan) Allah itu pada dasarnya sama saja dengan manusia biasa lainnya. Bahkan tidak sedikit dari para rasul itu apabila dilihat dari sisi materi atau garis sosialnya maka akan terlihat bahwa ternyata masih banyak dari kaumnya yang memiliki kelebihan dari sisi ini (keduniaan). Sehingga mereka berlaku sombong. 

Contoh nyata adalah bagaimana Fir’aun yang memandang remeh kepada nabi Musa dan nabi Harun.

فَـقَـالُوْا أَنُـؤْمِنُ لِـبَـشَرَيْـنِ مِثْـلِنَـاوَ قَوْمُـهُـمَـا لَنَـا عَـابِـدُوْنَ.

Dan mereka berkata, “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israel) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?”. Qs. Al Mukminun 47.

أَوَ عَـجِبْـتُـمْ أَن جَـآءَكُـمْ ذِكْـرٌ مِّن رَّبِّـكُـمْ عَـلَى رَجُـلٍ مِّن،كُـمْ لِيُـنْـذِرَكُـمْ وَلِـتَـتَّـقُـوْا وَلَـعَـلَّكُـمْ تُـرْحًـمُوْنَ.

Dan apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa (telah) datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertaqwa dan supaya kamu mendapat rahmat? Qs. Al A’raaf 63. 

Inilah bahayanya sombong alias takabbur. Sampai-sampai ketika risalah benar-benar disampaikan malah justru ditolak hanya karena selalu memandangnya remeh.

Wallahu a’lamu bish shawaab

By: Abu Ibrahim

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button