Salaf dan Ketakutan Mereka Terhadap Allah dan Cara Mendekatkan Dirinya Bag.9

Sungguh nasehat salah seorang salaf berikut ini sangat berguna sekali. Setidaknya berkesesuaian dengan ayat-ayat Allah Ta’ala. Di antaranya adalah nasehat Hudzaifah Al Mar’asyi brikut ini:

Ibnu Khubaiq berkata, Hudzaifah Al Mar’asyi berkata kepadaku, “Tidaklah seseorang tertimpa musibah kecuali karena empat hal; matamu, lisanmu, hawa nafsumu dan hatimu. 

Maka lihatlah matamu, janganlah engkau perlihatkan kedua kelopak matamu kepada hal-hal yang tidak halal bagimu. Perhatikanlah lisanmu, jangan sampai (lisanmu) mengucapkan sesuatu yang Allah ketahui (ternyata) lisanmu tidak sesuai dengan hatimu. Lihatlah ke dalam hatimu, (hingga) tidak ada kedengkian atau tipu daya di dalamnya terhadap seorang muslimpun. Lihat (pula) nafsumu, (hingga) kamu tidak memiliki hasrat nafsu (yang diharamkan) sedikitpun. 

Maka apabila keempatnya ini belum sampai menjadi jati dirimu maka (sungguh) isi kepalamu harus diperbaiki”. Lihat kitab Shiffatush Shafwah 44/268.

Ya, memang empat anggota badan inilah yang perlu ‘dididik’. Setidaknya Allah Ta’ala secara tidak langsung sudah menyinggung dalam firman-Nya:

a. Allah kasih mendengaran, penglihatan dan hati tetapi sedikit yang bersyukur.

bersyukur

Dan Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Qs. Al Mukminun 78.

b. Allah-lah yang menciptakan pendengaran, penglihatan dan hati.

Katakanlah, “Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. Qs. Al Mulk 23.

c. Pendengaran, penglihatan dan hati manusia tidak berguna karena mengingkari ayat-ayat Allah.

Dan sesunguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit jua bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya. Qs. Al Ahqaaf 26.

d. Ketika hati menjadi buta.

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. Qs. Al Hajj 46.

e. Neraka Jahannam diisi oleh manusia yang hatinya tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lali. Qs. Al A’raaf 179. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button