Dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit, dari ayahnya, dia berkata, ‘Pada saat perang Uhud Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam mengutusku untuk mencari Saad bin Rabi’.
Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam kepadaku, “Jika engkau melihatnya, sampaikan salam saya kepadanya. Katakan kepadanya, ‘Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menanyakan tenatng kamu, bagaimana cara menemukannya?”.
Maka saya pun berkeliling di antara orang-orang yang terbunuh. Kemudian saya menemukannya di saat-saat dia berada pada nafas-nafasnya yang terakhir. Pada tubuhnya terdapat tujuh puluh(an) luka.
Lalu saya sampaikan pesan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Dan dia pun berkata, “Sampaikan salam saya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam. Dan katanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah. Saya sudah merasakan udaranya surga”.
Saad bin Rabi’ melanjutkan perkataannya, “Katakan kepada kaumku dari (kaum) Anshar; ‘Kalian tidak memiliki alasan di sisi Allah jika kalian menemui Rasulullah sementara di antara pedang yang tajam”.

Kemudian Saad bin Rabi’ menghembuskan nafasnya yang terakhir. Semoga Allah meridhainya. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/319.
Subhaanallah! Bila mau mencari para kesatria di zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam sungguh di sanalah gudangnya. Salah satunya adalah sahabat yang satu ini, Saad bin Rabi’ radliyallahu ‘anhu ini.
Ya, bukankah jihad adalah dzirwatus sanaam (puncaknya urusan dalam Islam)? Sebagaimana yang terdapat pada hadits Arba’in, hadits ke-29 disebutkan:
Dari Mu’adz bin Jabbal radliyallahu ‘anhu, ‘Saya berkata; “Wahai Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka”.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar. Dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah Ta’ala; Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan pergi berhaji”.
Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bertanya, “Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu surga? Puasa adalah benteng, sedekah akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamul lail)”.
Kemudian Rasulullah membacakan ayat; lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Qs. As Sajdah 32.
Kemudian beliau bertanya lagi, “Maukah engkau aku beritahukan pokok dari segala perkara? Tiang dan puncaknya?
Aku menjawab, “Mau wahai Nabi Allah”.
Sabda Rasulullah, “Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad”. Diriwayatkan Tirmidzi.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
