Salaf dan Jihad Bag.6

Dari ‘Ashim bin Bahdalah, dari Abi Wa-il Adhan, dia berkata, ‘Ketika Khalid menjelang meninggal dunia, beliau berkata, “Saya telah mencari kemuliaan dalam kematian yang ku sangka akan mendapatkannya namun (Allah) telah mentakdirkan kalau saya bakal mati di atas tempat tidur saya. Tidak ada yang dapat saya lakukan yang lebih dari yang saya inginkan setelah bertauhid selain setiap malamnya (kecuali) berjaga hingga subuh. Dan bila  subuh sudah menjelang maka segera saya akan menyerang orang-orang kafir”.

Kemudian Khalid bin Walid radliyallahu ‘anhu melanjutkan perkataannya, “Apabila saya mati maka lihatlah senjataku dan kudaku. Jadikanlah dia (keduanya) sebagai bagian dari persiapan untuk berjihad di jalan Allah Ta’ala”.

Ketika Khalid bin Walid radliyallahu ‘anhu meninggal, Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu mendatangi dan menjenguk jenazahnya, lalu beliau teringat dengan perkataannya Khalid bin Walid radliyallahu ‘anhu, “Keluarga besar Walid tidak boleh meneteskan air matanya atas kepergiannya Khalid kecuali dia telah menjadi nyamuk atau bangau”. Terdapat pada kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ 1/381.

Inilah Khalid bin Walid radliyallahu ‘anhu, seorang panglima besar yang sangat ditakuti musuh-musuh Islam. Sebab setiap kali beliau memimpin peperangan maka musuh pasti dapat dikalahkan. Hal itu membuat Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu takut jika nantinya Khalid bin Walid menjadi sombong. Makanya sebagai bentuk kecintaanya kepada Khalid bin Walid radliyallahu ‘anhu, Umar mencopotnya sebagai panglima perang dan menjadi prajurit biasa.

khalid bin walid

Sungguh jika selama menjadi panglima perang itu Khalid bin Walid radliyallahu ‘anhu telah tumbuh ras sum’ah (merasa dirinya memiliki kelebihan)nya pasti Khalid bin Walid radliyallahu ‘anhu tidak terima dengan pencopotan dirinya sebagai panglima perang. Bukankah kabanyakan orang selalu mengidam-idamkan menjadi seorang panglima perang?

Namun tidak bagi Khalid bin Walid radliyallahu ‘anhu. Sungguh keputusan khalifah Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu mencopot dirinya diterima dengan tangan terbuka. Bahkan Khalid bin Walild radliyallahu ‘anhu berkata bahwa dirinya berperang itu bukan karena Umar dan bukan diperuntukkan Umar bin Khaththab radliyallahu ‘anhu, melainkan dirinya berperang itu hanya mengharapkan ridha Allah Ta’a semata.

Dan itu dibuktikan dengan ucapan Khalid bin Walid radliyallahu ketika hendak meninggal dunia, bukan? Yakni seperti yang diucapkan di atas.

Tetapi bukan berarti meski kematian Khalid bin Walid radliyallahu ‘anhu dia atas tempat tidurnya, bukan berarti beliau meninggal seperti orang biasa meninggal, namun beliau tetap ditulis sebagai mati syahid. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, “Barangsiapa yang meminta kepada Allah Ta’ala mati syahid dengan sebenar-benarnya maka Allah Ta’ala akan menyampaikannya kepada derajat orang-orang yang mati syahid sekalipun dirinya mati di atas ranjangnya”. 

Wallahu a’lamu bish shawaab.

By: Abu Ibrahim.

leader banner alhidayat karpet

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.

Call Now Button