Dalam biografinya Nurudin Mahmud Zanki rahimahullah, imam Adz Dzahabi menukil dari saudara Majduddin Ibnul Atsir yang berkata tenang dirinya, ‘Nuruddin tidak pernah memakai sutra ataupun emas. Beliau juga melarang orang-orang untuk menjualan khamer di negerinya –saya katakan, ‘Dia telah menggunakan jubah khalifah dan kerah emas’-.
Dia berkata, “Dia banyak berpuasa, dan dia sering melakukan wirid di malam dan siang hari. Ketika dia bermain bola maka si Fakir (nama orang. pen.) mencelanya.
Lalu dia menulis kepadanya, “Demi Allah! Saya tidak bermaksud bermain, tetapi kita sedang singgah. Jadi mungkin menimbulkan suara dan kuda-kuda menjadi terlihat senang untuk berputar-putar, memukul dan berlari”.

Sebuah sorban berlapis emas dari Mesir diberikan kepadanya dan dia memberikannya kepada Ibnul Hamawiyah, syaikhnya dari orang tasawwuf, itu dijual seharga seribu dinar’. Terdapat dalam kitab Siyaru A’lamin Nubalaa’ 20/535.
Bila di atas (Abu Bakar An Nabulisi), beliau berjihad dengan cara berkata Al Haq kepada penguasa lalim, meski beliau harus siap mendapatkan keburukan dari sang penguasa. Namun pada riwayat yang satu ini berbeda. Justru pada riwayat ini dikatakan bahwa sang penguasa (khalifah) memberlakukan syariat Allah dengan benar. Bahkan sang pemimpin (Nuruddin Zanki) itu mengayomi seluruh rakyatnya. Dan beliau juga sangat murah hati.
شَرَعَ لَكُـمْ مِّنَ الدِّيْـنِ مَا وَصَّى بِـهِ نُـوْحًـا وَالَّـذِى أَوْحَـيْـنَـا إِلَيْـكَ وَمَا وَصَّيْـنَـا بِـهِ إِبْـرَاخِيْـمَ وَمُوْسَـى وَعِيْـسَى، أَنْ أَقِيْـمُوْا الدِّيْـنَ وَلَا تَـتَـفَـرَّقُـوْا فِيْـهِ، كَـبُـرَ عَـلَى الْمُشْـرِكِيْـنَ مَا تَـدْعُوْهُـمْ إِلَيْـهِ، اللهُ يَـجْـتَـبِى إلَيْـهِ مَن يَـشَـاءُ وَيَـهْـدِى إِليْـهِ مَن يُـنِيْـبُ.
Dia tlah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). Qs. Asy Syuuraa 13.
Jadi jihadnya seorang penguasa adalah menegakkan syariat Allah, berlaku adil terhadap rakyatnya, mensejahterakan rakyat, mengayomi rakyat dan lain sebagainya.
Itulah jihadnya penguasa.
Wallahu a’lamu bish shawaab.
By: Abu Ibrahim.

Sedang mencari karpet masjid, karpet kantor atau karpet permadani? Al Hidayat Karpet merupakan pusat jual karpet masjid, karpet permadani dan Karpet Kantor. Dapatkan penawaran harga karpet permadani, harga karpet kantor, dan harga karpet masjid terbaik hanya di Al Hidayat Karpet.
